Bandung Jejak kriminal.net – Dugaan akumulasi penyertaan modal untuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Dukuh, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, dikabarkan tembus angka fantastis sebesar Rp 644 juta sejak tahun 2018.
Angka tersebut terindikasi berdasarkan data Sistem Keuangan Desa (Siskeudes).
Saat dikonfirmasi di kediamannya pada Jumat (10/7/2026), Ketua BUMDes Desa Dukuh, Wawan Hermawan, membenarkan adanya kucuran modal berkali-kali dari Dana Desa sejak dirinya menjabat pada tahun 2017.
"Dulu pertama Rp 20 juta untuk mengurus izin legalitas lembaga. Lalu 2018 sekitar Rp 100 juta lebih untuk beli mobil bak bekas dan mesin jahit (Mesin lubang kancing). Usaha yang dijalankan BUMDes memang ada beberapa bidang. Dulu sempat simpan pinjam sempat berjalan, namun karena ada Covid-19 jadi sempat tersendat," ujar Wawan.
Ia menambahkan, penyertaan modal kembali dikucurkan pada tahun 2021 sebesar Rp 200 juta lebih yang dialihkan untuk bidang usaha pengadaan kain. Tidak hanya itu, BUMDes Desa Dukuh juga mengelola program Ketahanan Pangan (Ketapang) sebesar 20% dari Dana Desa yang bernilai Rp 251 juta untuk sektor penggemukan sapi dan pembuatan kandang.
"Lebaran Haji kemarin sapinya terjual sebanyak 6 ekor, tersisa ada 2 ekor lagi di kandang yang beralamat di RW 08. BUMDes yang saya kelola setiap tahun menghasilkan Pendapatan Asli Desa (PADes). Tahun kemarin 2025 PADes Rp 22 juta, namun terkait rinciannya saya lupa, kebetulan datanya sudah disetorkan ke Kepala Desa," tandas Wawan.
Terpisah, Kepala Desa Dukuh, Yanto Erawanto, melalui sambungan telepon WhatsApp membenarkan bahwa BUMDes di desanya terus berjalan meski sempat terkendala pandemi Covid-19. Yanto bahkan mengklaim BUMDes Desa Dukuh merupakan yang paling maju di wilayah Kecamatan Ibun.
"PADes dari BUMDes sudah bermanfaat bagi lembaga RT dan RW, untuk menyumbang insentif mereka yang minim," tegas Yanto.
Kendati pihak pengelola mengklaim usaha berjalan lancar dan menghasilkan PADes, temuan di lapangan justru memicu pertanyaan besar.
Berdasarkan hasil penelusuran langsung awak media di lokasi kandang wilayah RW 08, tidak tampak adanya sisa 2 ekor sapi seperti yang dinyatakan oleh Wawan.
Kepala desa Yanto kembali klarifikasi sapi sisa 2 ekor di pindahkan ke kandang yang lain, karna yang biasa mengurusn sapi tersebut memundurkan diri tandasnya.





.png)
Posting Komentar untuk "Dugaan Alokasi Dana Bumdes Desa Dukuh Tembus RP 644 Juta?"