Tasikmalaya jejak kriminal.net — Pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kersamaju, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, menepis tuduhan minimnya transparansi pengelolaan alokasi penyertaan modal senilai setengah miliar rupiah. Klarifikasi resmi disampaikan langsung oleh Direktur BUMDes Kersamaju, Latif, pada Sabtu (29/8/2026).
Latif menegaskan bahwa operasional lembaga yang dipimpinnya tetap berjalan transparan dan berpedoman pada aturan.
Sepanjang periode 2018 hingga 2025, BUMDes Kersamaju mencatatkan akumulasi kontribusi Pendapatan Asli Desa (PAdes) sebesar lebih dari 41 juta.
Mengenai tuduhan publik terkait sejumlah kolam ikan yang terbengkalai, pihak pengelola membantah adanya pembiaran atau kelalaian teknis.
"Kapasitas ideal kolam pembesaran adalah 3.000 ekor. Saat ini terdapat sekitar 20.000 ekor bibit ikan yang dipusatkan di dua kolam pembibitan.
Begitu memasuki fase pembesaran, seluruh bibit dipindahkan ke kolam-kolam yang saat ini tampak kosong," ujar Latif.
Selain sektor perikanan, BUMDes Kersamaju mengoperasikan unit usaha warung harian, layanan perbankan BRILink, serta unit simpan pinjam warisan kepengurusan sebelumnya.
Namun, Latif mengakui adanya kendala administratif pada unit simpan pinjam lama akibat ketidakjelasan dokumen.
"Usaha simpan pinjam dari pengurus terdahulu hingga kini belum memiliki dokumen data yang jelas, baik terkait identitas nasabah peminjam maupun rincian nominal anggarannya," lanjutnya.
Pada anggaran tahun 2026, BUMDes Kersamaju kembali menerima tambahan penyertaan modal sebesar 10 juta yang dialokasikan untuk memperkuat saldo rekening operasional BRILink.
Kini, warga Desa Kersamaju menantikan dampak nyata dan kontribusi ekonomi dari pengelolaan modal usaha tersebut bagi kesejahteraan masyarakat luas.
.jpg)

.jpg)
.png)



Posting Komentar untuk "BUMDes Kersamaju Buka Suara Soal Transparansi Anggaran, Tegaskan PAdes Tembus Rp41 Juta"