BUMDes Mekarsari: Sekdes Sebut Ada 2 Usaha, Kades Mengaku Tak Tahu, Direktur Klaim Rutin Lapor Realisasi Modal Tetap Jadi Tanda Tanya?

GARUT, jejak kriminal.net — Pengelolaan dan realisasi penyertaan modal Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Mekarsari, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, kian memantik pertanyaan publik. Pernyataan antar pengelola justru saling bertentangan, padahal dana bersumber dari Dana Desa yang seharusnya transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.
 
Saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin (19/10/2026), Sekretaris Desa Cepi Permana menyebut BUMDes menjalankan dua unit usaha: layanan internet (WiFi) serta program ketahanan pangan berupa jual beli gabah dan penggadaian lahan. Ia juga mencatat kontribusi BUMDes terhadap Pendapatan Asli Desa (Pades) sebesar Rp17.400.000 setahun terakhir.


 
Berbeda halnya dengan Kepala Desa sekaligus Pembina/Direksi BUMDes, Asrul Sanny. Di tempat terpisah, ia justru mengaku belum mengetahui secara mendalam usaha yang dijalankan BUMDes, terutama program ketahanan pangan tahun 2025. "Saya hanya mendengar selentingan adanya usaha jual beli gabah dan penggadaian sawah. Belum ada laporan resmi dari Direktur BUMDes, Beni Sudrajat," ujarnya. Kades pun menyebut baru berencana memanggil Beni untuk menanyakan realisasi anggaran ketahanan pangan.


 
Klarifikasi dari Direktur BUMDes, Beni Sudrajat, yang dikonfirmasi di kediamannya pada Selasa (20/10/2026), justru membantah ketidaktahuan Kades. Beni menyatakan telah menerima dua kali penyertaan modal: tahun 2024 sebesar Rp150 juta untuk usaha internet/WiFi, dan tahun 2025 untuk ketahanan pangan yang digunakan untuk jual beli padi serta penggadaian lahan sawah.


 
"Dari seluruh usaha, BUMDes sudah menyumbang PaDes sekitar Rp17 juta yang diserahkan ke desa. Saya setiap tiga bulan sekali selalu melaporkan kegiatan BUMDes," tegas Beni, menepis tudingan Kades yang mengaku tidak mengetahui kegiatan usaha tersebut.
 
Perbedaan pernyataan antar pihak inilah yang membuat warga semakin mempertanyakan akuntabilitas pengelolaan dana. Masyarakat Desa Mekarsari berharap penyertaan modal yang digelontorkan dari tahun ke tahun benar benar terlihat wujud usahanya dan dirasakan manfaatnya secara nyata bagi perekonomian desa.
 
"Kami berharap usaha yang dilakukan BUMDes terlihat nyata, jelas, dan transparan agar masyarakat juga bisa merasakan kehadiran usaha tersebut," ujar salah satu warga.


Posting Komentar untuk "BUMDes Mekarsari: Sekdes Sebut Ada 2 Usaha, Kades Mengaku Tak Tahu, Direktur Klaim Rutin Lapor Realisasi Modal Tetap Jadi Tanda Tanya? "


Ads :