PUPR Daerah Tapsel Jadi Sorotan Banyak Proyek Tidak Pakai Papan Merek, Rentan Dengan Korupsi

Tapanuli Selatan, jejakkriminal.net.

Pelaksanaan Proyek di Lingkunan Dinas PUPR Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan 2026 mulai banyak ketahuan bahwamasih ada Proyek tidak pakai papan merek seperti Proyek Rehab Pengairan, Jembatan Gantung dan Proyek Bronjong, mungkin di jika ditelusuri ke BM-1 Angkola Timur, Sipirok hingga ke Aek Bilah tidak menutup kemungkinan masih ada tidak dipasang papan merek, andai saja dipasang , mungkin beberapa waktu sevelum selaesai proyek sudah tak Nampak atau hilang. 

Tahun Anggaran 2025 pun tidak luput peristiwa seperti ini, sementara Jika tidak dipasang papan merek, maka membuka kran untuk melakukan kesalahan yang ujung-ujungnya tindakan Korupsi, karena akibat sikaf Ketidak-Transfaransi dalam pengelolaan atau pelaksanaan proyek, terang Uba Nauli R. Hasibuan, SH. ( Ketua BPP Lembaga Independen Pengawasan & Aparatur Negara Sumatera Utara (LIPPAN-SU) didampingi Mangudut Hutagalung Sekum LIPPAN-SU)
Pantauan sejumlah wartawan dari beberapa Media Cetak dan Online yang tergabung di Group ALIANSI PERS Independen, bahwa Pekerjaan tersebut tidak ada dipasang papan Merek Proyek, sehingga Proyek tersebut adalah ‘PROYEK SILUMAN”, Berapa Dana Anggaran tidak diketahui publik ?, Sumber dananya dari mana ?, Volume kegiatan nya tidak diketahui Publik, terang Mangudut Hutagalung.

Saat ini pembicaraan di lopo lopo kopi di tengah masyarakat “banyak bermunculan Pemborong baru, dan bukan Ahli di dalam Pemborongan, namun dapat jatah Kue dari Instansi Pemerintah. Ada indikasi karena bukan ahli dalam hal pemborongan, maka akibatnya sering melanggar aturan baik itu Spek tentang, Bahan material dan tata cara pekerjaan yang pada gilirannya diduga tak sesuai dengan RAB mutupun tak sesuai dengan yang diminta. Bila ada pihak Media untuk melakukan Social Control, maka jawabnya “kita sama-sama dilapangan”, Jangan marsigangguan, Ini akibat Bagi bagi kuenya tidak merata. 

Salah satu Tokoh masyarakat ( TOMAS) Borail Siregar Aek Kapur menyampaikan bahwa : saat Pengawas PUPR datang ke Lokasi Rambin di Sihuik kuik, menyampaikan : banyak Proyek di Angkola Selatan yang btidak sesuai dengan RAB, sehingga akan berpengaruh dengan MUTU atau kualitas Proyek, Harapan kami dari Tokaoh masyarakat, agar pihak PUPR Tapsel agar mengawasi Proyek sehingga hasilnya pun menjadi baik dan bermanfaat kepada public/ masyarakat, tegas Borail dalam jumpa PERS di Aek Kapur.


Selanjutnya pembangunan Bronjong Penahan badan jalan TA.2026 di Batas Desa Aek Natas dengan Sihuik Kuik, sudah datang meninjau Pengawas dari PUPR Daerah Tapsel, namun Pemasangan tetap juga tidak dipasang, bahkan kata Tukang, Pembangunan Bronjong tersebut Papan Merek Tidak begitu Perlu dipasang, terangnya tukang. 
Sementara Kepala Tukang Pak Pulungan mengatakan bahwa kepada Awak Media, bahwa “Penggalian dasar Bronjong ada dilakukan, namun tidak sempat terbenam satu Bronjong, terang Pak Pulungan.

Pantauan Media, Terkait denga Asal Batu untuk Bronjong tersebut tidak berasal dari Galian C yang mempunyai Izin, namun diambil dari Sungai Mosa atau batang salai Lokasi Kecamatan Angkola Selatan. Maksud asal bahan material diambil dari Sekitar Lokasi Bronjong, diduga untuk cari Untung dari Pihak Pemborong.

Saat ditanya Pak Andri selaku Kabid Bina Marga 2 Dinas PUPR Daerah Kab. Tapanuli Selatan, maka beliau menjawab bahwa Pengawas terhadap Pelaksanaan Proyek tersebut adalah Pak Rudi.

Rudi Pengawas Proyek Bronjong mengatakan bahwa menyuruh kepada Pelaksana Bronjong agar memasang papan merek di sikitar Jembatan sebelum lokasi Bronjong, namun pada saat dipasang,maka ada pemilik lahan tidak suka dipasang papan merek ( unh ).

Posting Komentar untuk "PUPR Daerah Tapsel Jadi Sorotan Banyak Proyek Tidak Pakai Papan Merek, Rentan Dengan Korupsi"


Ads :