Bantuan Sapi Aspirasi DPR RI Diduga Raib, Pokmas dan Kepala Kampung Sulit Dikonfirmasi.
Tulangbawang- Jejakkriminal net
Dugaan penjualan sapi bantuan aspirasi dari anggota DPR RI Hanan A Rozak mencuat di tengah masyarakat Kampung Suka Bakti, Kecamatan Penawar Tama, Kabupaten Tulang Bawang. Informasi tersebut disampaikan oleh sejumlah tokoh masyarakat setempat yang mempertanyakan transparansi pengelolaan bantuan dan Dana Desa. Kamis (29/01).
Salah satu tokoh masyarakat Kampung Suka Bakti menyampaikan bahwa pada tahun 2022, kampung mereka menerima bantuan sapi aspirasi DPR RI yang pengelolaannya diserahkan langsung kepada Kelompok Masyarakat (Pokmas).
“Awalnya sapi yang datang itu berjumlah 9 ekor, tapi beberapa bulan kemudian yang tersisa hanya 6 ekor. Kami dengar kabarnya ada sapi yang dijual oleh oknum-oknum anggota Pokmas,” ujar tokoh masyarakat tersebut.
Menurut keterangan warga, bantuan sapi tersebut diberikan dalam bentuk anggaran uang, bukan barang, dan dikelola langsung oleh Pokmas Kampung Suka Bakti. Namun hingga kini, masyarakat mengaku tidak pernah menerima laporan resmi terkait perkembangan bantuan tersebut.
“Kami sebagai masyarakat tidak tahu-menahu, tiba-tiba sapinya berkurang. Tidak pernah ada musyawarah atau laporan ke warga,” tambahnya.
Tak hanya bantuan aspirasi DPR RI, pada tahun 2023 Kampung Suka Bakti kembali menganggarkan pembelian sapi melalui Dana Desa. Namun hingga saat ini, keberadaan dan perkembangan sapi tersebut juga tidak jelas.
“Sampai sekarang kami tidak tahu sapinya ada di mana, jumlahnya berapa, dan bagaimana pengelolaannya,” ungkap warga lainnya.
Guna mendapatkan klarifikasi, awak media bersama masyarakat telah mendatangi Kantor Kampung Suka Bakti. Namun Kepala Kampung Sutoyo tidak berada di tempat. Upaya konfirmasi melalui sambungan telepon juga tidak mendapat respons.
Hal serupa terjadi saat awak media berupaya menemui Tamar, selaku Ketua Pokmas. Meski telah dilakukan beberapa kali upaya, yang bersangkutan disebut sangat sulit ditemui.
Perlu diketahui, selain menjabat sebagai Ketua Pokmas, Tamar juga merangkap sebagai Bendahara Kampung, yang dinilai masyarakat berpotensi menimbulkan konflik kepentingan.
Atas kondisi tersebut, masyarakat Kampung Suka Bakti berharap agar Inspektorat Kabupaten Tulang Bawang serta aparat Tipikor dapat turun langsung untuk melakukan pemeriksaan dan menindaklanjuti dugaan penyimpangan tersebut.
“Kami hanya ingin kejelasan dan keterbukaan. Kalau memang tidak ada masalah, sampaikan ke masyarakat. Tapi kalau ada penyimpangan, kami minta diproses sesuai hukum,” tegas tokoh masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pokmas, Kepala Kampung, maupun pihak terkait lainnya belum memberikan keterangan resmi. Media ini akan terus berupaya melakukan konfirmasi guna menghadirkan pemberitaan yang berimbang dan akurat. Tim



.png)
Posting Komentar untuk "Bantuan Sapi Aspirasi DPR RI Diduga Raib, Pokmas dan Kepala Kampung Sulit Dikonfirmasi."