Prestasi Luar Biasa yang Terabaikan: Tim Sepak Bola Takral SDN 12PT, Berjuang Meski Tak Didukung

 


JAKARTA BARAT,  – 11 Mei 2026 Di tengah daftar prestasi sekolah yang hanya menonjolkan akademik dan seni, ada kisah perjuangan nyaris tak terdengar: Ekstrakurikuler Sepak Bola Takral SDN 12PT, yang sudah menorehkan juara berturut-turut, namun justru diperlakukan acuh tak acuh—bahkan sempat dilarang berlatih di halaman sekolah sendiri.

 

Di bawah bimbingan penuh dedikasi Pelatih Yangki Sepprianto, tim yang beranggotakan puluhan siswa usia SD ini telah membuktikan kualitasnya. Dalam dua tahun terakhir, Takral sukses raih Juara 1 Tingkat Kecamatan Kalideres, Juara 2 Tingkat Kota Jakarta Barat, dan menjadi tim yang tak terkalahkan sepanjang musim liga antar SD wilayah ini. Prestasi ini seharusnya jadi kebanggaan utama, namun kenyataannya: mereka berjuang sendiri, tanpa dukungan, bahkan sempat dihalangi.

 


Pelatih Yangki Sepprianto menceritakan kenyataan pahit yang dialami anak-anak asuhnya:

 

"saat kami mau berlatih di halaman sekolah, pihak pimpinan sekolah malah melarang. Padahal itu fasilitas sekolah, dan kami membawa nama baik sekolah saat bertanding."

 

Pihak yang diduga mengeluarkan kebijakan tersebut adalah sosok bernama Elisabet, yang kerap mengaku-ngaku dan memperkenalkan diri sebagai Kepala Sekolah atau Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Sekolah SDN 12PT. Hingga kini, sosok ini terkesan sangat acuh tak acuh, bahkan tidak mengakui keberadaan maupun prestasi ekskul ini. Bahkan, diduga dari perintah atau kebijakan Elisabet itulah sempat dikeluarkan larangan, baik secara lisan maupun tertulis, agar kegiatan latihan tidak boleh lagi dilakukan di area lingkungan sekolah, dengan alasan yang tidak jelas dan tak masuk akal.

 

Padahal, keberadaan Tim Takral terbukti membawa dampak positif besar: anak-anak jadi lebih disiplin, sehat, jauh dari pergaulan buruk, dan nilai akademik anggota tim rata-rata tetap tergolong bagus.

 

"Kami tidak minta uang besar, kami cuma butuh izin berlatih di tempat sendiri, sedikit perhatian, dan diakui keberadaannya. Tapi sampai sekarang, piala-piala kami simpan sendiri, tidak ada dipajang di sekolah, tidak ada diumumkan di majalah dinding, tidak ada apresiasi sedikit pun saat upacara. Sosok yang mengaku sebagai Plt. atau Ibu Elisabet itu seolah tidak peduli kami ada atau tidak," tambah Yangki dengan nada kecewa.

 




Warga sekitar dan orang tua murid sangat kecewa dengan sikap pihak manajemen sekolah maupun sosok yang mengaku memimpin tersebut. Padahal, Undang-Undang Pendidikan mewajibkan sekolah mengembangkan bakat dan minat siswa, termasuk olahraga. Mengabaikan prestasi—bahkan menghalangi kegiatan—dianggap bentuk ketidakpedulian yang merugikan masa depan anak-anak. Terlebih lagi muncul kejanggalan terkait status jabatan Elisabet yang mengaku sebagai pemimpin sekolah, namun tidak pernah terlihat berkoordinasi maupun mendukung kemajuan sekolah.(TimA1)

Posting Komentar untuk "Prestasi Luar Biasa yang Terabaikan: Tim Sepak Bola Takral SDN 12PT, Berjuang Meski Tak Didukung "

Ads :