Sanggau, jejakkriminal.net-
Forum Masyarakat Peduli Desa Kedakas menggelar audiensi bersama warga, petani kebun, tokoh masyarakat, dan pemerintah desa di Aula Kantor Desa Kedakas, Kecamatan Tayan Hulu, Kabupaten Sanggau, pada 22 Juli 2026. Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari musyawarah yang telah dilaksanakan pada 13 Juli 2026 untuk membahas kelanjutan pembangunan Jembatan Kedakas serta kondisi infrastruktur jalan di wilayah desa.
Audiensi dihadiri Kepala Desa Kedakas Sifrianus Juhe, Kepala Desa Riyai Rusi, Ketua BPD Desa Kedakas dan Desa Riyai, tokoh adat, tokoh masyarakat, para kepala wilayah (Kawil), Ketua Forum Masyarakat Peduli Desa Kedakas Mariono, serta Bhabinkamtibmas Desa Kedakas Bripka Markus.
Dalam pertemuan tersebut, peserta audiensi menyoroti pentingnya percepatan pembangunan Jembatan Kedakas yang hingga kini belum selesai sejak dimulai pada tahun 2024. Warga menilai jembatan tersebut merupakan akses vital yang menunjang aktivitas perekonomian masyarakat, mobilitas petani, pelaku usaha, pelajar, hingga pelayanan darurat bagi warga yang membutuhkan kendaraan roda empat.
Selain membahas jembatan, warga juga menyampaikan kondisi jalan menuju Dusun Sanjan, Kunut, Mutun, dan Kedian yang mengalami kerusakan dan dinilai memerlukan perhatian serius dari pemerintah.
Ketua Forum Masyarakat Peduli Desa Kedakas, Mariono, mengatakan bahwa selama ini masyarakat masih menggunakan jembatan darurat yang terbuat dari kayu. Kondisi jembatan tersebut semakin memprihatinkan karena mulai rapuh dan bergoyang saat dilintasi kendaraan maupun pejalan kaki.
"Kami khawatir apabila dibiarkan terlalu lama, jembatan darurat ini akan membahayakan keselamatan masyarakat. Karena itu kami berharap pembangunan Jembatan Kedakas segera dilanjutkan," ujarnya.
Menurut warga, berbagai upaya telah dilakukan untuk memperjuangkan pembangunan jembatan tersebut. Proposal pembangunan telah disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Sanggau, DPRD Kabupaten Sanggau, Dinas PUPR Kabupaten Sanggau, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, DPRD Provinsi Kalimantan Barat, hingga Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Barat. Namun hingga kini belum ada kepastian mengenai kelanjutan pembangunan.
Masyarakat berharap pemerintah daerah, pemerintah provinsi, hingga pemerintah pusat dapat segera mengambil langkah nyata agar pembangunan Jembatan Kedakas dapat diselesaikan. Mereka menilai keberadaan jembatan tersebut akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat Desa Kedakas maupun desa-desa di sekitarnya, termasuk Desa Riyai, Berakak, dan Engkasan, karena menjadi jalur utama menuju kawasan Pasar Sosok.
Dalam audiensi tersebut, warga juga menyoroti kemungkinan pemanfaatan program Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah sekitar sebagai salah satu alternatif dukungan pembiayaan pembangunan infrastruktur.
Apabila dalam waktu dekat belum terdapat kepastian, Forum Masyarakat Peduli Desa Kedakas bersama masyarakat dan para petani menyatakan akan menyampaikan aspirasi secara langsung melalui audiensi ke Kantor Bupati Sanggau, DPRD Kabupaten Sanggau, Dinas PUPR Kabupaten Sanggau, hingga Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.
Masyarakat berharap pemerintah segera memberikan solusi konkret agar pembangunan Jembatan Kedakas dapat dilanjutkan dan diselesaikan, mengingat infrastruktur tersebut menjadi kebutuhan mendesak bagi kelancaran aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan masyarakat di Kecamatan Tayan Hulu.
(Kaperwil Alantitus)



Posting Komentar untuk "Forum Masyarakat Peduli Desa Kedakas Desak Pemerintah Segera Lanjutkan Pembangunan Jembatan Kedakas"