Empat Anak di Panyabungan Terhenti Sekolah, Ekonomi Jadi Kendala


Mandailing Natal - Sumatera Utara, jejakkriminal.net - Empat anak dari keluarga Poso Yasri (37) dan Miftahul Jannah (36) di Kelurahan Pidoli Dolok, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, harus kehilangan kesempatan mengikuti pendidikan formal selama beberapa tahun.


Keempat anak tersebut adalah Laung Pardamean (15), Sakiani (13), Paet Rahmat (11), dan Sri Ayu (8). Mereka diketahui sudah tidak bersekolah sejak sekitar tahun 2020.


Menurut keterangan orang tua, kondisi ekonomi keluarga menjadi salah satu kendala utama. Poso Yasri sehari-hari bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.


Sebelum tinggal di Kelurahan Pidoli Dolok, keluarga tersebut menetap di kawasan Pasar Hilir, Panyabungan.


Laung Pardamean sebelumnya tercatat pernah bersekolah di SD Negeri 1 Pasar Hilir.


Sementara itu, Sakiani pernah bersekolah di SD Negeri 3 yang berada di belakang Rumah Sakit Panyabungan. Ia mengenyam pendidikan hingga kelas II.


Adiknya, Paet Rahmat, juga pernah bersekolah di SD Negeri 3 dan menjalani pendidikan hingga kelas I.


Orang tua mengatakan keempat anak mereka berhenti sekolah sekitar tahun 2020. Saat itu, keluarga pindah ke Kota Pinang karena alasan pekerjaan.


Setelah berada di Kota Pinang, orang tua mengaku tetap berusaha agar anak-anak mereka dapat kembali bersekolah.


Namun, upaya tersebut disebut menghadapi kendala administrasi terkait perpindahan sekolah.


Menurut pengakuan orang tua, mereka telah berkomunikasi dengan pihak sekolah tujuan dan berupaya memenuhi persyaratan untuk mendaftarkan anak-anak mereka di sekolah baru.


Salah satu dokumen yang disebut diperlukan adalah surat pindah dari sekolah asal.


Namun, orang tua mengaku tidak memperoleh surat pindah tersebut.


Orang tua juga mengaku mendapat informasi bahwa sekolah asal menyampaikan kepada sekolah tujuan bahwa mereka tidak bersedia memberikan surat pindah karena tidak ingin jumlah siswa di sekolah tersebut berkurang.


“Pihak sekolah tidak mau memberikan surat pindah karena tidak ingin siswanya berkurang,” ujar orang tua, Senin (30/8/2026), saat menirukan hasil komunikasi yang sebelumnya terjadi antar pihak sekolah.


Kondisi tersebut kemudian membuat keempat anak itu tidak kembali melanjutkan pendidikan formal. Persoalan tersebut juga berlangsung bersamaan dengan keterbatasan ekonomi keluarga.


Kini, orang tua berharap ada perhatian dari pemerintah dan pihak terkait agar keempat anak mereka dapat kembali bersekolah.


Mereka berharap anak-anak tersebut memperoleh kesempatan untuk melanjutkan pendidikan dan mengejar cita-cita seperti anak-anak lainnya.


Kisah keluarga Poso Yasri dan Miftahul Jannah menunjukkan bahwa keterbatasan ekonomi dan persoalan administrasi dapat menjadi hambatan bagi anak untuk melanjutkan pendidikan.(MJ)


Catatan: Seluruh informasi dalam berita ini disusun berdasarkan keterangan yang diberikan oleh orangtua dari keempat anak tersebut. Hingga berita ini diterbitkan belum ada keterangan dari pihak sekolah maupun pemerintah terkait hal ini.


Posting Komentar untuk "Empat Anak di Panyabungan Terhenti Sekolah, Ekonomi Jadi Kendala"


Ads :