Jagung Hibrida Dipanen, Polsek Noyan Perkuat Gerakan Pemanfaatan Lahan Produktif

 



Sanggau, Jejakkriminal.net-

Lahan produktif di wilayah Kecamatan Noyan, Kabupaten Sanggau, kembali menghasilkan pangan. Polsek Noyan bersama sukarelawan tani melaksanakan panen jagung hibrida di lahan seluas 1 hektare di Dusun Tukun, Desa Sungai Dangin, Kamis (29/10/2026), sebagai bagian dari upaya mendukung swasembada pangan dan pemanfaatan lahan produktif.


Kegiatan Panen tersebut menjadi salah satu bentuk nyata dukungan jajaran Polres Sanggau terhadap Program 2 Pemanfaatan Lahan Produktif. Kegiatan dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan unsur kepolisian, penyuluh pertanian, serta kelompok Sukarelawan Tani Mandiri di Dusun Tukun.


Pelaksanaan panen dipimpin Ps. Kanit Binmas Polsek Noyan Aiptu Mediyanto bersama personel Bhabinkamtibmas. Kegiatan turut dihadiri BPS yang diwakili PPL Noyan Rahimah serta para sukarelawan tani yang selama ini terlibat dalam pengelolaan lahan jagung tersebut.


Tanaman jagung hibrida yang dipanen merupakan hasil penanaman pada 30 Juni 2026 di atas lahan milik Fransiskus Riko Ricardo. Jagung yang dibudidayakan menggunakan bibit jenis Sumo Sakti dan telah mencapai usia sekitar 120 hari atau kurang lebih empat bulan, dengan kondisi tanaman memasuki masa panen.



Untuk mengetahui potensi hasil produksi, dilakukan penghitungan menggunakan metode ubinan. Dari dua plot atau sampel yang diambil, diperoleh hasil masing-masing sebesar 3,2 kilogram pada sampel pertama dan 3,6 kilogram pada sampel kedua.


Berdasarkan kedua sampel tersebut, diperoleh rata-rata hasil ubinan sebesar 3,4 kilogram. Dengan menggunakan rumus estimasi produksi per hektare, yakni hasil rata-rata dikalikan 1.600 dan luas lahan 1 hektare, potensi hasil panen diperkirakan mencapai sekitar 5,44 ton jagung.


Kapolsek Noyan Iptu Suhariyanto, S.H., menjelaskan kegiatan panen tersebut bukan sekadar mengejar hasil produksi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat agar lahan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara produktif dan berkelanjutan.


“Panen ini menunjukkan bahwa lahan produktif di tingkat desa memiliki potensi besar untuk mendukung ketersediaan pangan. Yang terpenting adalah bagaimana potensi tersebut dikelola secara konsisten, mulai dari penanaman, perawatan hingga panen,” katanya.


Menurut Iptu Suhariyanto, keterlibatan kepolisian dalam kegiatan ketahanan pangan merupakan bentuk dukungan terhadap masyarakat sekaligus memperkuat sinergi dengan penyuluh pertanian dan kelompok tani. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar pengelolaan lahan tidak berhenti pada satu kali panen, tetapi dapat terus dikembangkan.


“Kami ingin mendorong masyarakat agar tidak membiarkan lahan produktif menjadi lahan yang tidak dimanfaatkan. Dengan kerja sama antara petani, penyuluh dan seluruh pihak terkait, lahan yang ada dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus memperkuat ketersediaan pangan di wilayah Noyan,” ungkapnya.


Kapolsek juga mengapresiasi peran Sukarelawan Tani Mandiri Dusun Tukun yang telah ikut menjaga dan mengelola tanaman hingga memasuki masa panen. Menurutnya, semangat gotong royong menjadi salah satu kekuatan penting dalam menjalankan program ketahanan pangan di tingkat masyarakat.


Kegiatan panen tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa program pemanfaatan lahan produktif dapat dijalankan melalui pendekatan sederhana namun berdampak langsung. Selain menghasilkan komoditas pangan, aktivitas tersebut juga membuka ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan pola pertanian yang lebih terukur melalui pendataan dan penghitungan hasil produksi.


Polsek Noyan bersama jajaran Polres Sanggau berkomitmen untuk terus mendukung berbagai kegiatan masyarakat yang berkaitan dengan ketahanan pangan, termasuk pendampingan terhadap pengelolaan lahan pertanian dan pemanfaatan lahan produktif di wilayah hukum masing-masing.


Upaya tersebut sejalan dengan dukungan Polri terhadap Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan nasional. Melalui kolaborasi dengan masyarakat dan instansi terkait, Polri berharap produktivitas pertanian di daerah terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.


Panen jagung hibrida di Dusun Tukun pun berlangsung aman dan lancar. Hasil tersebut menjadi bagian dari langkah berkelanjutan Polsek Noyan dalam mendukung swasembada pangan sekaligus mendorong masyarakat menjadikan lahan produktif sebagai salah satu sumber kekuatan ekonomi dan ketahanan pangan daerah.



(Kaperwil Alantitus C.JI, C.LWI)

Posting Komentar untuk " Jagung Hibrida Dipanen, Polsek Noyan Perkuat Gerakan Pemanfaatan Lahan Produktif"


Ads :