Garut, jejak kriminal.net — Program Ketahanan Pangan (Ketapang) Tahun Anggaran 2025 yang dijalankan BUMDes Desa Cigagade, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut, menimbulkan pertanyaan serius. Penyertaan modal sebesar 20 persen dari Dana Desa, senilai Rp232 juta, tampaknya belum memberikan hasil yang sebanding dengan anggaran yang digelontorkan.
Berdasarkan informasi yang diperoleh awak media pada Selasa (20/10/2026), BUMDes Cigagade membuka gerai sembako sebagai unit usaha utama program Ketapang. Tujuannya awalnya ingin menjadi pemasok untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun kenyataannya, kerjasama tersebut kini telah berakhir, stok barang di gerai nyaris kosong, dan sebagian modal digunakan untuk rehabilitasi sekretariat yang kini dilaporkan sudah roboh kembali.
Anggaran berasal dari Dana Desa, yang merupakan uang publik. Masyarakat berhak mengetahui bagaimana dana dikelola, apa hasilnya, dan apakah sesuai dengan rencana yang disampaikan. Kondisi gerai yang minim stok, berakhirnya kerjasama utama, serta bangunan yang baru direhab sudah roboh, menjadi indikator adanya masalah yang perlu penjelasan resmi dari pihak berwenang.
Menurut Sekdes Ace, Rp232 juta disalurkan sebagai penyertaan modal untuk usaha sembako dengan harapan menjadi pemasok Dapur MBG. Namun Bendahara Edi Humaedi mengakui kerjasama tersebut sudah tidak berjalan lagi sehingga omset turun drastis.
Sebagian modal juga dialokasikan untuk perbaikan sekretariat BUMDes yang kini dilaporkan sudah roboh kembali. Gerai sembako sendiri menempati bangunan sewa yang sudah memasuki tahun kedua pengontrakan.
Saat dipantau awak media, kondisi stok sangat mencolok ketidakcocokannya dengan besar modal: hanya satu kardus minyak goreng berisi, seperempat karung beras, beberapa butir telur, dan beberapa kilo bawang. Sisanya tumpukan kardus kosong.
Hingga berita ini ditayangkan, Kepala Desa Cigagade, Direktur BUMDes, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), maupun pihak terkait lainnya belum dapat dimintai keterangan maupun memberikan penjelasan resmi. Awak media tetap membuka ruang tanggapan dari semua pihak untuk keberimbangan informasi



.png)



Posting Komentar untuk "Rp232 Juta Modal Ketapang BUMDes Cigagade: Gerai Sembako Minim Stok, Kerjasama MBG Putus, Sekretariat Rehab Malah Roboh?"