Kapolres MBD Turun Langsung ke Lokasi, Mediasi Pertikaian Warga di Tiakur Berakhir Kondusif.

MBD, jejakkriminal.net-

Respon cepat ditunjukkan oleh jajaran Kepolisian Resor Maluku Barat Daya dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Kapolres MBD AKBP Budhi Suriawardhana, S.I.K memimpin langsung personel mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) pertikaian antarwarga yang terjadi di Kompleks Batu Pecah Tiakur, Kecamatan Pulau Moa, pada Senin siang (09/03/2026).


Peristiwa tersebut melibatkan warga Kompleks Toinaman dan warga Desa Kaiwatu. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, kejadian bermula sekitar pukul 15.00 WIT ketika sejumlah masyarakat Desa Kaiwatu menggunakan sebidang tanah untuk melakukan pembangunan bangunan di atas lahan tersebut.


Aktivitas tersebut kemudian menimbulkan keberatan dari sejumlah masyarakat Kompleks Toinaman yang mengklaim lahan tersebut sebagai bagian dari wilayah mereka. Beberapa warga Toinaman kemudian mendatangi lokasi dengan maksud menanam sasi larangan sebagai tanda penegasan kepemilikan lahan. Situasi tersebut memicu perdebatan yang semakin memanas hingga berujung pada pertikaian fisik antar kedua kelompok warga.


Mendapat laporan dari masyarakat, Kapolres MBD AKBP Budhi Suriawardhana, S.I.K segera menghimpun personel dan melaksanakan apel pengarahan (APP) singkat sebelum bergerak cepat menuju lokasi kejadian guna mencegah situasi berkembang lebih luas.


Setibanya di lokasi, Kapolres bersama personel berhasil membendung kedua kelompok warga yang terlibat pertikaian dan segera mengambil langkah-langkah strategis serta persuasif dengan melakukan mediasi langsung guna menenangkan situasi serta menghindari konflik lanjutan.


Dalam kegiatan mediasi tersebut turut hadir sejumlah pihak terkait, antara lain Pemerintah Daerah Kabupaten Maluku Barat Daya yang diwakili oleh Kepala Badan Kesbangpol Ari Esauw, para perwira dan anggota Polres MBD, Kepala Desa Kaiwatu Roy Lewanmeru, tokoh masyarakat Desa Kaiwatu, serta Tokoh Masyarakat Toinaman Gerardus Tampati bersama sejumlah tokoh masyarakat lainnya.


Dalam arahannya kepada kedua kelompok warga, Kapolres MBD AKBP Budhi Suriawardhana, S.I.K menekankan pentingnya menjaga persaudaraan dan mengedepankan penyelesaian masalah secara bijaksana.


“Saya meminta kepada seluruh masyarakat dari kedua belah pihak untuk tetap menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh situasi. Kita semua adalah bagian dari masyarakat Maluku Barat Daya yang memiliki nilai persaudaraan dan kekeluargaan yang kuat. Permasalahan apapun, termasuk persoalan tanah, hendaknya diselesaikan dengan cara-cara yang baik, melalui komunikasi yang terbuka dan mengedepankan musyawarah,” ujar Kapolres.


Kapolres juga menegaskan bahwa apabila di kemudian hari masih terdapat keberatan atau klaim yang belum menemukan titik temu, maka masyarakat dipersilahkan untuk menempuh jalur hukum yang berlaku, sehingga persoalan dapat diselesaikan secara objektif dan berkeadilan.


“Apabila permasalahan ini masih membutuhkan kepastian hukum, kami persilahkan kedua pihak menempuh jalur hukum melalui Kepolisian Resor Maluku Barat Daya. Dengan demikian, persoalan dapat ditangani secara profesional sesuai ketentuan hukum yang berlaku, sehingga tidak menimbulkan konflik berkepanjangan di tengah masyarakat,” tambahnya.


Kapolres juga mengingatkan bahwa menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat, sehingga setiap permasalahan harus disikapi secara dewasa dan tidak mudah terpancing emosi.


Menanggapi arahan tersebut, baik Kepala Desa Kaiwatu Roy Lewanmeru maupun Tokoh Masyarakat Toinaman Gerardus Tampati menyampaikan apresiasi atas langkah cepat yang diambil oleh Polres MBD serta menyatakan kesediaan untuk mengarahkan masyarakat masing-masing agar tetap menjaga ketertiban dan tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan semua pihak.


Kedua tokoh masyarakat tersebut juga sepakat untuk mengedepankan komunikasi dan pendekatan kekeluargaan dalam menyelesaikan persoalan yang terjadi.


Berkat langkah cepat, pendekatan humanis, serta mediasi yang dilakukan oleh Kapolres MBD bersama unsur pemerintah daerah dan tokoh masyarakat, situasi kamtibmas di lokasi kejadian berangsur-angsur kembali kondusif. Aktivitas masyarakat pun dapat kembali berjalan normal seperti sediakala.


Polres Maluku Barat Daya menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat dalam menjaga keamanan, serta mengedepankan pendekatan persuasif, dialogis, dan humanis dalam setiap penyelesaian permasalahan yang terjadi di wilayah hukum Polres MBD.

Posting Komentar untuk " Kapolres MBD Turun Langsung ke Lokasi, Mediasi Pertikaian Warga di Tiakur Berakhir Kondusif."

Ads :