Jejak Kriminal.Net|Garut –Kisah menyentuh hati datang dari seorang siswa SMKN 4 Garut, Agim Nazhar Rizkiana, anak dari seorang pemulung yang tinggal di Kampung Cikole Hilir, Desa Wanasari, Wanaraja, Garut, Jawa Barat. Meski memiliki semangat belajar tinggi, kondisi ekonomi keluarganya yang memprihatinkan membuat perjuangan Agim untuk sekolah menjadi penuh tantangan.
Selama dua bulan terakhir, Agim tidak pernah masuk ke sekolah karena tidak punya bekal dan biaya untuk berangkat. Sang ayah Suhada mengaku sulit mendapatkan uang untuk transportasi maupun kebutuhan lain selama proses belajar, sehingga pihak sekolah akhirnya memutuskan untuk mengeluarkan Agim dari status peserta didik, dan membuat pernyataan di atas matrai.
" Pan murangkalih teh tos kelas tilu pak, kumargi di kaluarken ayena teh uih dei ka kelas hiji di SMA Swasta pa, padahal da guru nage uningaen ka ayaan abdi da kantos dongkap ka bumi da nyangkina panginten murangkalih teh nakal, tapi duka kumaha da abdi ujug miwarang nanda tangan we tina serat pernyataan", ungkap Suhada, rabu (25-02-2026).
Alasan, Suhada ayah dari Agim ini sangat menyentuh hati dan memicu empati. Ia menyampaikan bahwa keluarganya tidak mampu menyediakan kebutuhan dasar seperti makanan dan transportasi, sehingga merasa putus asa dan kehilangan kesempatan menuntut ilmu di kala itu.
Kisah Agim ini menjadi pengingat pentingnya perhatian dari pemerintah, lembaga sosial, dan masyarakat untuk memberikan support dan solusi bagi anak-anak kurang mampu agar mereka tetap bisa bersekolah. Semoga, kisah pilu ini membuka mata semua pihak agar lebih peduli terhadap hak pendidikan anak-anak miskin dan memperjuangkan langkah nyata demi masa depan mereka.
Hingga berita ini ditayangkang, awak media belum melakukan konfirmasi kepada pihak sekolah SMKN 4 Garut.


.png)
Posting Komentar untuk "Kisah Pilu Siswa SMKN Garut, Agim Nazhar Rizkiana, Anak Pemulung yang Hidup Dalam Kemiskinan dan Terpaksa Dikeluarkan dari Sekolah"