GARUT/Jejak Kriminal.net - Isu keprihatinan muncul dari kalangan Masyarakat Desa Margahayu, Kecamatan Leuwigoong, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Masyarakat melaporkan adanya dugaan penghentian kegiatan usaha pada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setempat, padahal lembaga tersebut baru saja menerima penyertaan modal dalam jumlah besar.
Keluhan ini berawal dari hilangnya aktivitas operasional yang sebelumnya terlihat jelas di lokasi usaha pembesaran ayam pedaging (broiler), salah satu program unggulan yang dibiayai dari dana penyertaan modal untuk ketahanan pangan.
Menurut keterangan sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi, usaha peternakan itu sempat berjalan dan menghasilkan panen. "Setau saya memang sudah sempat panen, entah tiga atau empat kali. Tapi sekarang sudah lama tidak berjalan lagi, mati suri. Entah bagaimana kelanjutan nasib BUMDes ke depannya," ujar salah satu warga sambil menggelengkan kepala penuh tanya, Rabu (3/6/2026).
Kondisi ini memicu kekhawatiran publik. Masyarakat berharap dana penyertaan modal yang mencapai ratusan juta rupiah dan dialokasikan untuk program ketahanan pangan tersebut tidak lenyap atau hilang begitu saja tanpa kejelasan pertanggungjawaban.
Berangkat dari informasi tersebut, awak media mendatangi Kantor Desa Margahayu pada Rabu, 3 Juni 2026, sekitar pukul 09.30 WIB untuk menelusuri fakta dan meminta penjelasan resmi. Namun, upaya konfirmasi menemui jalan buntu. Seluruh perangkat desa yang ditemui memberikan jawaban seragam, Kepala Desa belum datang ke kantor, sedangkan Sekretaris Desa dikabarkan sedang rutin menjemput anaknya ke sekolah pada jam tersebut.
Tidak berhenti di situ, awak media juga berupaya menghubungi Sekretaris Desa serta Ketua BUMDes melalui sambungan telepon dan pesan singkat WhatsApp. Sayangnya, hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan atau keterangan resmi yang disampaikan oleh pihak terkait.
Hingga berita dipublikasikan, Kepala Desa, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), maupun Ketua BUMDes Margahayu belum memberikan penjelasan terkait kelanjutan usaha dan pengelolaan keuangan yang menjadi hak dan tanggung jawab warga desa. Situasi ini pun menimbulkan tanda tanya besar mengenai keberlangsungan BUMDes yang diduga terancam bangkrut di tengah harapan masyarakat akan manfaat ekonomi desa.
(Kaperwil Hendra)




.png)
Posting Komentar untuk "BUMDes Margahayu Diduga Bangkrut, Dana Penyertaan Modal Ratusan Juta Dipertanyakan?"