KERINCI , JEJAKKRIMINAL. NET – Sejumlah pemilik bengkel di Kabupaten Kerinci mengeluhkan melonjaknya harga oli kendaraan dalam beberapa pekan terakhir. Kenaikan harga yang disebut mencapai hingga 15 persen itu dinilai memberatkan pelaku usaha bengkel dan membuat mereka kesulitan menjelaskan kepada pelanggan.
Salah seorang pemilik bengkel di Kecamatan Siulak, Pinda Bengkel, mengaku kenaikan harga oli terjadi hampir pada berbagai merek yang biasa digunakan pelanggan. Kondisi tersebut membuat bengkel berada di posisi sulit karena pelanggan kerap mempertanyakan lonjakan biaya servis kendaraan.
“Sekarang harga oli naik cukup tinggi. Ada yang naik sampai sekitar 15 persen. Kami jadi susah menjelaskan ke pelanggan karena mereka mengira bengkel yang menaikkan harga,” ujar Pinda saat ditemui, Sabtu (23/5/2026).
Menurutnya, kenaikan harga tidak hanya berdampak pada usaha bengkel, tetapi juga pada masyarakat yang sehari-hari bergantung pada kendaraan untuk bekerja dan aktivitas ekonomi. Ia menyebut sebagian pelanggan mulai menunda ganti oli karena biaya servis meningkat.
“Pelanggan banyak yang kaget. Ada yang akhirnya menunda servis karena biaya bertambah. Padahal ganti oli itu penting untuk menjaga kondisi mesin,” katanya.
Keluhan serupa juga disampaikan sejumlah pelaku bengkel lainnya di Kerinci. Mereka berharap ada kestabilan harga dari distributor maupun produsen agar usaha kecil seperti bengkel tidak terus menjadi sasaran keluhan pelanggan.
Para pemilik bengkel menilai kondisi ini dapat berdampak pada menurunnya omzet usaha jika kenaikan harga terus terjadi tanpa ada penjelasan yang jelas kepada masyarakat. Selain itu, mereka meminta pemerintah terkait turut memantau distribusi dan harga oli di pasaran agar tidak terjadi lonjakan yang memberatkan konsumen.
“Kalau harga terus naik, bukan hanya bengkel yang terdampak, masyarakat juga ikut terbebani. Kami berharap ada perhatian dari pihak terkait,” tutupnya.
(Andol jmb)



.png)
Posting Komentar untuk "Harga Oli Melambung, Bengkel di Kerinci Menjerit: Kenaikan Capai 15 Persen, Pelanggan Mulai Mengeluh"