Pembayaran Honor Telan Anggaran Fantastis, Penggunaan Dana BOSP dan BPMU Tahun 2024 di SMA Al Amanah Ciwidey Patut Diselidiki

 

Kab.Bandung/Jejak kriminal.net - Penerapan dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) dan Bantuan Pendidikan Menengah Universal (BPMU) Tahun 2024 di SMA Al Amanah, disinyalir terjadi penyalahgunaan anggaran yang berpotensi menimbulkan kerugian keuangan.


Sekolah yang berlokasi di Desa Panyocokan, Kecamatan Ciwidey Kabupaten Bandung itu, diketahui miliki jumlah Murid terbilang cukup gemuk dibanding sekolah Swasta lainnya di wilayah itu.

Seperti yang tercatat dalam data pokok pendidikan (Dapodik) tahun 2025/2026 sebanyak 1269 Murid tercatat, dengan nilai dana BOSP diterima sebesar Rp.2.011.200.000,-




Dalam penggunaan dana BOSP di SMA tersebut, terdapat sejumlah komponen penerapan yang menelan anggaran cukup fantastis.

Diantaranya dalam komponen pembayaran honor. Diketahui dalam penggunaan dana BOSP tahun 2024, SMA Al Amanah merogoh anggaran mencapai Rp.953.140.000,- untuk bayar honor.

Padahal pada tahun 2024 Pemerintah Provinsi Jawa-Barat,masih mengucurkan dana melalui Bantuan Menengah Universal (BPMU) yang diterima Sekolah itu senilai Rp.733.800.000,- untuk pembayaran honor. Setara dengan jumlah penerima BPMU tercatat sebanyak 1.223 Murid.




Nilai anggaran untuk pembayaran honor yang di rogoh dari dana BOSP ditambah dari BPMU pada tahun itu bernilai cukup fantastis. Sehingga menimbulkan kecurigaan publik adanya dugaan praktik Mark up dalam penggunaannya.

Sementara itu penggunaan dana BOSP untuk bayar honor di tahun 2024 terhitung lebih tinggi dibanding tahun 2025, sebesar Rp.794.960.000. Padahal di tahun itu, Sekolah swasta tidak lagi menerima dana BPMU.

Kejanggalan tersebut tak pelak menambah kecurigaan serta sorotan tajam publik. Guna menghindari persepsi negatif serta mendapat validitas informasi, Awak media coba lakukan konfirmasi dengan sambangi Sekolah yang miliki Dua kampus tersebut, Kamis (21/05/2026).

Kendati Kepala SMA Al Amanah tidak berhasil ditemui. Namun penjelasan didapat dari staf Humas,Jujun yang ditugaskan Sekolah untuk menerima tamu dan menjawab konfirmasi dari sosial kontrol.

"Memang saya ditugaskan pimpinan untuk menerima tamu dari pihak manapun, serta untuk menjelaskan informasi yang dibutuhkan rekan-rekan media"jelasnya.

Namun Jujun mengelak memberikan jawaban secara rinci, ketika substansi konfirmasi terkait ihwal tersebut tersampaikan awak media.

"Jika konfirmasi perihal tersebut,saya hanya bisa menjelaskan secara normatif terkait administratif saja. Untuk lebih detailnya, karena berkaitan dengan data dan penggunaan anggaran, saya harus kordinasi dulu dengan operator dan pimpinan" tukasnya.

Diakhir percakapan, Jujun meminta waktu untuk memberikan jawaban setelah kordinasi dengan pimpinannya.

"Kami ucapkan terima kasih atas kontrol dari rekan media, kami mohon waktu untuk berkoordinasi dulu dengan pimpinan, mudah mudahan hari ini kami bisa sampaikan jawabannya" pungkas Jujun.

Jawaban konfirmasi yang dijanjikan pihak SMA Al Amanah tak kunjung didapat. Kepala Sekolah terkesan bungkam, begitupun Pengawas KCD Kabupaten Bandung sejauh ini belum dapat ditemui untuk diminta tanggapan.

Demi adanya kepastian terkait dugaan tersebut, pihak berwenang dipandang perlu turun tangan, untuk lakukan penyelidikan lebih intensif.

(Kaperwil Hendra)

Posting Komentar untuk "Pembayaran Honor Telan Anggaran Fantastis, Penggunaan Dana BOSP dan BPMU Tahun 2024 di SMA Al Amanah Ciwidey Patut Diselidiki"

Ads :