8 Bulan Saluran Air Persawahan di Dusun Hasugian Kering, 50 an Ha Sawah Gagal Panen

Alur sungai Batang Angkola di Dusun Hasugian jebol, sehingga air di Bendungan dan Jaringan Irigasi kering airnya., akibat Banjir Bandang 25/11-2025 lalu.


Tapanuli Selatan, jejakkriminal.net. – 

Program swasembada pangan Presiden Prabowo Subianto adalah pilar utama dari strategi transformasi bangsa yang menargetkan kemandirian penuh dalam pemenuhan kebutuhan pokok. Kebijakan ini berfokus pada Percepatan Produksi Beras, jagung, dan protein, yang didukung oleh penetapan harga gabah, program perluasan lahan baru, dan pembagian makanan bergizi.

Untuk mencapai Target Program Presiden tersebut, maka Infrastruktur persawahan seperti Bendungan , Saluran Air Persawahan, Embung dan lain lain  harus dalam kondisi baik, sehingga tidak terjadi gagal panen.

Bulan 25 Nopember 2025 lalu Wilayah Kabupaten Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatera Utara terjadi banjir bandang dan Longsor, sehingga banyak Irigasi Persawahan banyak yang rusak. Kemudian Dusun Hasugian, Desa Siamporik Lombang, Kec. Angkola Selatan, Kab. Tapanuli Selatan, juga terkena bencana Banjir Bandang, sehingga  Saluran air atau irigasi persawahan yang kering akibat banjir bandang Sungai Batang Angkola, sehingga merusak infrastruktur utama seperti bendungan, di Dusun Hasugian, Kecamatan Angkola Selatan, Kab. Tapanmuli Selatan, Provinsi Sumatera Utara.

Akibat kekeringan Saluran air irigasi persawahan sekitar 1000 meter tersebut, mengakibatkan sekitar  50 an  hektar sawah di hilir Bendungan Hasugian kekeringan, sehingga mengalami gagal panen Petani Sawah di Desa Sibongbong, Siamporik Lombang, dan sekitarnya sementara dalam kurun waktu Nopember 2025 hingga saat ini Juni 2026 petani sawah sudah bisa  2 kali panen, mau tidak mau Perekonomian Petani sawah menjadi menurun, terang Astongam Harahap selaku Tokoh Masyarakat di Desa Sibongbong, Kec. Angkola Selatan dalam jumpa PERS nya di Dusun Hasugian.

Tanggul Sungai Batang Angkola di Dusun Hasugian Desa Siamporik Lombang Jebol akibat Banjir Bandang 25 November 2025


Lebih lanjut disampaikan bahwa memang beberapa waktu lalu, Alat berat telah diturunkan oleh Pihak Rekanan / Pemborong  ke Lokasi Irigasi Persawahan  yang telah tersumbat akibat Longsor Nopember 2025 lalu, namun Alat Berat nya sudah berangkat dari Lokasi, namun Tumpukan Batu kali dan pasir masih ada di Lokasi (Hilir Bendungan Hasugian). “Kita berharap agar Pihak Pemkab. Tapanuli Selatan dan Pihak Pemborong secepatnya memperbaiki Kerusakan Sungai Batang Angkola yang Jebol (25/11-2025) lalu, karena  Kekeringan ini memicu penurunan drastis pendapatan petani akibat gagal panen dan masalah hama, sehingga Bendungan bisa kembali normal berfungsi”, tutur Harahap.

 Astongam Harahap Tokoh Masyarakat Desa Sibongbong, Kec. Angkola Selatan sedang meninjau saluran irigasi sawah sedang kering airnya sepanjang 1000 meter.(30/5-2026)


Uba Nauli Hasibuan, S.H,  Wakil Sekretaris HKTI Kab. Tapanuli Selatan mengatakan bahwa “Melihat kondisi Saluran Air Irigasi yang mengalami kekeringan selama 8 bulan membuat petani 2 kali Tanam Sawah menjadi gagal panen, Dan saat ini Pemkab. Tapanuli Selatan melakukan perbaikan Infratruktur Persawahan, termasuk Rehabilitasi jaringan Irigasi Persawahan atau  Normalisasi Saluran Membersihkan saluran irigasi dari endapan lumpur, bebatuan, dan material sisa banjir agar aliran air dapat kembali lancer demikian juga Membuat Tanggul SungaiBatang Angkola Dusun Hasugian  yang Jebol, dan  diharapkan agar secepatnya diselesaikan, demi mengakselerasi program swasembada pangan nasional, terang Hasibuan. (UNH)

Posting Komentar untuk " 8 Bulan Saluran Air Persawahan di Dusun Hasugian Kering, 50 an Ha Sawah Gagal Panen"

Ads :