KADO PAHIT UNTUK KAPOLRES ANDHIKA: Keluarga Korban Kepung Mapolres, Teriak 'Kami Bukan Warga Kelas Dua!'





MediaJejakKriminal.Net   BOLMUT – Suasana di Mapolres Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) mendadak memanas, Rabu (15/7/2026). Puluhan keluarga korban yang dipimpin oleh Nurlan Daeng Lanusu, anak dari korban kecelakaan Lapanjawa Daeng Lanusu (65), mendatangi lobi Mapolres. Mereka menuntut kepastian hukum atas kasus kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) yang sudah berlangsung lebih dari 13 bulan, namun tak kunjung jelas penanganannya.

Lapanjawa Daeng Lanusu mengalami patah kaki dan luka parah akibat kecelakaan yang terjadi pada Senin, 16 Juni 2025. Kecelakaan tersebut diduga melibatkan oknum bernama Hariyanto Laiya, warga Desa Mongolato, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo. Laporan polisi (LP) pun segera dibuat keesokan harinya, 17 Juni 2025. Namun hingga 13 bulan berlalu, tak ada titik terang. Pelapor, Ferdy Mamoto yang juga cucu korban, mengaku telah berulang kali meminta kejelasan, tetapi pihak Kasat Lantas dan penyidik tak kunjung memberikan kepastian hukum.

“Saat ini kami tidak memperdulikan hal lain. Kami hanya mementingkan tuntutan sesuai aturan hukum dan harga diri kami sebagai korban,” ujar Nurlan dengan suara bergetar menahan emosi di lobi Mapolres.

Kekesalan keluarga memuncak karena terduga pelaku, Hariyanto Laiya, hingga kini belum juga diamankan. Nurlan pun meluapkan kekecewaannya dengan nada pedih, “Jangan karena torang (kami) susah dipandang remeh. Berarti ini hukum cuma ditegakkan pada orang ada jabatan dan ada doi (uang). Bagi orang susah, tidak ada sama sekali”.

Kasus ini menjadi kado pahit bagi Kapolres Bolmut yang baru, AKBP Andhika Fitransyah, S.I.K., M.Han.. Ia baru saja menjabat menggantikan AKBP Juleigtin Siahaan. Keluarga menantang Kapolres Andhika untuk membuka tabir abu-abu kasus ini dan memberikan keadilan yang selama ini terasa mandek.

“Kami bukan warga kelas dua! Ini harga diri kami,” tegas Nurlan.

Tren #NoViralNoJustice kini menjadi senjata terakhir keluarga agar kasus ini segera ditangani secara profesional. Saat dikonfirmasi awak media yang menunggu di lobi, Kapolres Andhika tidak merespons pesan WhatsApp. Ajudannya mengarahkan konfirmasi melalui Kasie Humas.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Polres Bolmut belum memberikan pernyataan resmi.


Riton/Tim 

Posting Komentar untuk "KADO PAHIT UNTUK KAPOLRES ANDHIKA: Keluarga Korban Kepung Mapolres, Teriak 'Kami Bukan Warga Kelas Dua!'"

Ads :