Cegah Karies dan Stunting Sejak Dini, Orang Tua RA Al Ikhwan Dibekali Edukasi Kesehatan Gigi Anak




Pringsewu, Lampung – Upaya pencegahan stunting tidak hanya dilakukan melalui pemenuhan gizi, tetapi juga dimulai dari menjaga kesehatan gigi dan mulut anak sejak usia dini. Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan penelitian dan edukasi kesehatan gigi yang dilaksanakan di RA Al Ikhwan School, Desa Wonodadi, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Lampung.


Kegiatan yang diikuti puluhan orang tua murid ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai hubungan antara karies gigi, risiko stunting, dan perkembangan kesehatan otak anak usia dini. Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti diskusi interaktif dan sesi tanya jawab mengenai pentingnya peran keluarga dalam menjaga kesehatan gigi anak sejak usia dini.


Dipimpin oleh Arianto, SKM., M.Kes, Tim Peneliti Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang melaksanakan penelitian pada 8 September 2025 di RA Al Ikhwan School, Desa Wonodadi, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Lampung. Penelitian ini mengkaji pengetahuan orang tua tentang keterkaitan karies gigi, risiko stunting, dan perkembangan kesehatan otak anak usia dini sebagai dasar penguatan program edukasi kesehatan bagi keluarga dan masyarakat.


Penelitian yang mengangkat tema “Gambaran Pengetahuan Orang Tua Tentang Hubungan Karies Gigi dengan Risiko Stunting dan Kesehatan Otak Anak Usia Dini di RA Al Ikhwan School” tersebut menghasilkan sejumlah temuan penting yang menjadi perhatian dalam upaya peningkatan kesehatan anak.


Hasil penelitian menunjukkan bahwa 58,3 persen orang tua memiliki tingkat pengetahuan tinggi mengenai hubungan kesehatan gigi dengan kesehatan otak anak, sementara 41,7 persen berada pada kategori pengetahuan sedang. Temuan ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan gigi anak sudah cukup baik, meskipun edukasi yang berkelanjutan masih diperlukan untuk memperkuat pemahaman dan praktik kesehatan di lingkungan keluarga.



Penelitian juga menemukan bahwa 100 persen responden memahami dampak stunting terhadap kesehatan otak anak. Namun demikian, masih terdapat 72,9 persen orang tua yang belum memahami pentingnya penambalan gigi susu yang mengalami kerusakan. Temuan ini menunjukkan bahwa masih terdapat persepsi yang keliru bahwa gigi susu tidak memerlukan perawatan karena akan digantikan oleh gigi permanen. Padahal, kerusakan gigi susu dapat memengaruhi kualitas hidup, status gizi, dan tumbuh kembang anak.


Selain itu, sebanyak 95,8 persen responden memahami bahwa karies gigi dapat menyebabkan kesulitan makan, sedangkan 89,6 persen memahami hubungan antara kesulitan makan dan risiko stunting. Mayoritas responden juga memahami bahwa gigi yang sehat berperan dalam meningkatkan konsentrasi belajar dan mendukung perkembangan anak secara optimal.


Menurut tim peneliti, karies gigi bukan sekadar masalah kesehatan mulut, tetapi dapat berdampak pada kesehatan secara menyeluruh. Nyeri akibat gigi berlubang dapat menyebabkan anak sulit mengunyah makanan, mengalami gangguan tidur, serta berkurangnya asupan nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan fisik dan perkembangan otak. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu proses belajar dan menurunkan kualitas hidup anak apabila tidak ditangani sejak dini.


Kepala RA Al Ikhwan School, Oktavia Wardani, S.Pd, menyambut baik pelaksanaan penelitian dan edukasi tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan tenaga kesehatan merupakan langkah strategis dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan anak secara menyeluruh, termasuk kesehatan gigi dan mulut.


Melalui kegiatan ini, para orang tua diharapkan semakin memahami bahwa menjaga kesehatan gigi anak merupakan investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia. Kebiasaan menyikat gigi dua kali sehari, membatasi konsumsi makanan dan minuman manis, melakukan pemeriksaan gigi secara berkala setiap enam bulan, serta segera menangani gigi yang mengalami kerusakan merupakan langkah sederhana yang dapat memberikan dampak besar terhadap kesehatan dan masa depan anak.

Penelitian ini menegaskan bahwa gigi yang sehat merupakan fondasi bagi tumbuh kembang anak yang optimal. Oleh karena itu, pencegahan karies dan stunting harus dilakukan secara terpadu melalui sinergi antara keluarga, sekolah, tenaga kesehatan, dan masyarakat guna mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, unggul, dan bebas stunting.

Posting Komentar untuk " Cegah Karies dan Stunting Sejak Dini, Orang Tua RA Al Ikhwan Dibekali Edukasi Kesehatan Gigi Anak"

Ads :