SPBU Koto Rayo Tabir Layani Pengsian BBM ke Galon, Tim Jejakkriminal Net saksikan langsung, Warga Desak Tindakan Tegas


 

Jambi, Merangin. 1 Juni 2026 –jejakkriminal.id. Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang kerap dikeluhkan masyarakat di wilayah Tabir diduga disebabkan oleh praktik pelanggaran yang terjadi di SPBU Koto Rayo. Tim Jejak Kriminal Net menyaksikan langsung kejadian tersebut di lokasi.

 

Pengamatan dilakukan sekitar pukul 12.00 WIB menunjukkan pasokan BBM jenis Pertalite sudah habis total. Akibatnya, sejumlah pengendara terpaksa memutar balik kendaraannya karena tidak dapat memperoleh kebutuhan bahan bakar.

 

Berdasarkan pantauan dan keterangan warga di tempat tersebut, ditemukan dugaan praktik pengisian BBM, baik yang bersubsidi maupun non-subsidi, langsung ke dalam galon. Praktik ini dijalankan dengan memungut biaya tambahan atau upah sebesar Rp15.000 per galon.

 

“Saya menyaksikan langsung hal tersebut di lokasi. Ini jelas menjadi salah satu penyebab utama minyak cepat langka dan sangat merugikan masyarakat luas,” ujar perwakilan Tim Jejak Kriminal Net.


Seorang warga yang tidak ingin disebutkan namanya juga membenarkan hal tersebut. “Kami kecewa, pasokan yang seharusnya bisa dinikmati semua orang malah habis karena diambil untuk diperjualbelikan lagi dengan harga lebih mahal,” katanya.

 

Melihat kondisi tersebut, Tim Jejak Kriminal Net bersama warga setempat secara tegas meminta kepada instansi pemerintah terkait dan manajemen PT Pertamina Patra Niaga untuk tidak tinggal diam. Mereka mendesak dilakukan pengecekan mendalam dan penindakan tegas sesuai Undang-Undang serta peraturan yang berlaku terhadap pihak pengelola SPBU yang terbukti nakal dan melanggar ketentuan penyaluran BBM.

 

Diharapkan tindakan hukum yang tegas dapat diterapkan agar praktik serupa tidak terulang lagi dan hak masyarakat untuk mendapatkan BBM dengan mudah dan adil dapat terjamin.

 

 

 

(Imron). 

Posting Komentar untuk "SPBU Koto Rayo Tabir Layani Pengsian BBM ke Galon, Tim Jejakkriminal Net saksikan langsung, Warga Desak Tindakan Tegas"

Ads :