Tasikmalaya Jejak kriminal.net – Penyertaan modal Pemerintah Desa Sirnagalih kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sirnagalih, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, menuai sorotan publik.
Pasalnya, akumulasi alokasi dana desa yang digelontorkan sejak 2018 hingga 2025 tercatat menembus angka Rp765 juta, namun kontribusi Pendapatan Asli Desa (PADes) dinilai belum sebanding.
Berdasarkan data yang dihimpun, rincian penyertaan modal BUMDes Sirnagalih terbagi dalam beberapa tahapan anggaran:
Tahun 2018: Rp185.000.000
Tahun 2019: Rp300.000.000
Tahun 2021: Rp100.000.000
Tahun 2025: Rp180.000.000
Saat dikonfirmasi di kantornya pada Kamis (27/8/2026), Kepala Desa Sirnagalih, Mu'min Suhendar, mengaku tidak menghafal secara pasti seluruh angka penyertaan modal tersebut.
"Untuk penyertaan modal ke BUMDes dari tahun ke tahun angkanya saya lupa, harus buka data dulu," ujar Mu'min.
Meski demikian, Mu'min menjelaskan penggunaan anggaran selama masa jabatannya sejak 2019. Ia menyebutkan bahwa alokasi anggaran 2019 dan 2021 difokuskan pada pengadaan bibit kopi.
Sementara alokasi tahun 2025 sebesar Rp180 juta diperuntukkan bagi program ketahanan pangan berupa budi daya domba.
"Anggaran Rp180 juta pada 2025 digunakan untuk belanja 25 ekor bibit domba dan pembuatan kandang," jelasnya.
Terkait hasil usaha, Mu'min mengungkapkan bahwa BUMDes baru menyumbang PADes sebesar Rp7 juta per tahun yang bersumber dari pengelolaan hasil ceri kopi.
Hingga berita ini diterbitkan, Direktur BUMDes Sirnagalih, Saepul Hamzah, belum memberikan tanggapan resmi terkait tata kelola dan keberlanjutan unit usaha BUMDes tersebut.
Redaksi tetap membuka ruang klarifikasi dan konfirmasi seluas-luasnya bagi pihak-pihak berkepentingan sesuai dengan asas keberimbangan berita dan Kode Etik Jurnalistik.



.png)



Posting Komentar untuk "Soroti Penyertaan Modal BUMDes Sirnagalih Rp765 Juta, Kades Akui Lupa Detail Data?"