Batang Toru, jejakkriminal.net.
Truck Pengangkut pasir basah untuk kebutuhan di Lingkungan Perusahaan Tambang Emas (PTAR) Batang Toru bebas lalu lalang di Jalan Dua yang masuk dari Samping Rumah Sakban Lubis, Desa Napa, Kec. Batang Toru karena biasanya truck angkut pasir tersebut lewat dari jalan Utama pintu masuk PT. ANGINCOURT RESOURCES (PTAR) dari Kel. Aek Pining, Kec. Batang Toru, Kab. Tapanuli Selatan, akibatnya membuat resah warga Desa yang mau pergi ke Kebun atau Sawah, dan pengendara roda dua, terang H. Panyahatan Pulungan selaku tokoh masyarakat dan narasumber lokal dari keturunan marga Pulungan di wilayah adat Batang Toru, Tapanuli Selatan dalam jumpa PERS nya di rumah nya Minggu (2/8-2026).
"Parah ini truk, bisa-bisanya bawa pasir basah dan pasirnya berceceran di sepanjang jalan ini. Jika kering ini maka akan menyebabkan debu dan jadi polusi udara. Bahkan pasir ini bisa mengancam keselamatan, membuat pengendara sepeda motor terjatuh jika melintas," kata pria yang mengaku bernama Uwok, saat berkendara di belakang truk pengangkut pasir di simpang pertigaan masuk ke jalan dua tersebut.
Keluhan serupa juga datang dari Ira, seorang ibu pengendara sepeda motor yang setiap harinya mengantar jemput anak nya sekolah di sekitar Jalan Merdeka Pasar Batang Toru menuju Sumuran. Menurutnya, selain meninggalkan pasir yang berceceran di jalan, truk pasir yang melintas di Jalan Dua, namun kalau mobil Proyek yang roda empat itu lewat tidak jadi masalah, karena mobil kecil , ucapnya.
."Di sepanjang jalan ini kan ada beberapa sekolah, sehingga jika pada jam masuk atau pulang sekolah, ataupun jam anak les sore, jalanan ini sering terjadi macet apalagi truk pasir yang melintas itu mau dua atau tiga truk sekaligus. Belum lagi kita harus menghirup debu pasir yang berjatuhan di jalan," keluh ibu yang mengantar anaknya les di salah satu sekolah yang ada di daerah tersebut.
"Kondisi ini sudah lama terjadi dan sepertinya tidak ada tindakan ataupun teguran dari pihak manapun.
Padahal yang saya ketahui bahwa truk dilarang mengangkut pasir yang basah agar tidak berceceran di jalan. Dan setiap truk yang bermuatan pasir juga semestinya ditutup dengan terpal agar pasirnya tidak berjatuhan dan menyebabkan debu. Namun hal itu berbanding terbalik dengan kondisi yang ada," katanya
Warga Desa Napa berharap, kondisi tersebut menjadi perhatian serius bagi pemerintah maupun pihak- pihak terkait terutama Pihak Perusahaan Tambang Emas (PTAR) agar dapat menertibkan pengangkut pasir yang melintas menuju Lokasi Perusahaan harus lewat dari Pintu Utama dari Aek Pining, harapannya.(UNH).
.png)



Posting Komentar untuk "Truck Bawa Pasir Bebas Lalu-lalang di Jalan Dua, Warga dan Pengendara Resah i Batangtoru"