Selisih Jumlah Sapi, Simpang Siur Kepemilikan Aset Bumdes Patrol Menguap Ke Publik?

 

Bandung, jejak kriminal.net — Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Patrolsari, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, kini menjadi sorotan publik.

Dugaan ketidakjelasan alokasi dan keberadaan aset mengemuka setelah program usaha sebelumnya mangkrak, ditambah ditemukannya ketidaksesuaian data jumlah ternak pada program ketahanan pangan tahun anggaran 2025.

Berdasarkan data yang dihimpun, BUMDes Desa Patrolsari telah menerima suntikan dana hingga ratusan juta rupiah yang bersumber dari Dana Desa selama beberapa tahun terakhir.



Kepala Desa Patrolsari, Agus Supriadi, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya pada Rabu (29/7/2026), membenarkan adanya pengucuran modal secara bertahap tersebut. Namun, ia mengaku tidak mengingat secara pasti total nominal anggaran yang telah dialokasikan.

"Memang ada penyertaan modal terdahulu, namun pastinya nominalnya saya lupa. Bidang usaha yang dijalankan memang sudah vakum (gulung tikar)," ujar Agus.

BUMDes Desa Patrolsari kembali menerima alokasi anggaran sebesar 20 persen dari Dana Desa Tahun Anggaran 2025 untuk program ketahanan pangan. 

Nilai penyertaan modal terbaru ini mencapai sekitar Rp300 juta, yang difokuskan pada sektor nabati dan hewani.



Pada Sektor hewani, dana tersebut dialokasikan untuk usaha penggemukan sapi yang berlokasi di Kampung Cisaid, RT 02 RW 05, Desa Patrol. Menurut klaim Kepala Desa, terdapat kurang lebih delapan ekor sapi yang dikelola dalam program tersebut.

"Untuk konfirmasi selanjutnya, mending langsung ke Ketua BUMDes, Aid Sobur," tambah Agus.

Guna memastikan akuntabilitas pengelolaan dana publik tersebut, media melakukan penelusuran langsung ke lokasi kandang penggemukan di Kampung Cisaid pada hari yang sama.

Ketidakjelasan status kepemilikan aset ini juga memicu keraguan warga sekitar. Seorang warga setempat yang meminta identitasnya dirahasiakan menyatakan bahwa masyarakat tidak mengetahui jika kandang tersebut merupakan bagian dari program BUMDes.

"Setahu kami, warga di sini tau nya lahan, kandang dan sapi ini milik Kepala Desa. Kami tidak tahu kalau itu milik BUMDes karena tidak ada papan informasi sama sekali di lingkungan kandang," ungkap warga tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, pengurus BUMDes Desa Patrolsari, khususnya Ketua BUMDes Aid Sobur, belum memberikan keterangan resmi terkait selisih jumlah ternak serta kejelasan status kepemilikan aset usaha tersebut.

Posting Komentar untuk "Selisih Jumlah Sapi, Simpang Siur Kepemilikan Aset Bumdes Patrol Menguap Ke Publik?"

```

Ads :