Hanya 3 dari 14 Ekor Sapi Terdapat, Rp325 Juta BUMDes Ciheulang Dipertanyakan?

Bandung, jejak kriminal.net — 

Pendapatan Asli Desa (PADes) Ciheulang, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, dipastikan masih nol besar.

Kendati memiliki potensi aset wilayah yang melimpah, tata kelola keuangan dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di wilayah tersebut terkesan semrawut dan belum memberikan kontribusi nyata bagi kas desa.
Kepala Desa Ciheulang, Rubby Nur Habibi, membenarkan nihilnya penyetoran PADes sejak awal masa jabatannya.

"Untuk pendapatan asli di desa kami, semenjak saya menjabat sebagai Kades tahun 2019, terus terang hingga saat ini masih nihil. Kami tengah mempersiapkan Perdes sebagai payung hukumnya," ujar Rubby saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (8/9/2026).


Padahal, Desa Ciheulang mencatatkan potensi ekonomi lokal yang terbilang besar. Desa ini menguasai tanah carik seluas kurang lebih 43 hektare, serta ditopang kehadiran fasilitas swasta seperti hotel hingga area glamping. 

Namun, potensi tersebut belum tergarap optimal akibat ketiadaan regulasi pendukung.

Sektor usaha yang dikelola BUMDes Ciheulang pun menuai sorotan. Pada tahun anggaran 2025, pemerintah desa mengucurkan penyertaan modal sebesar Rp325 juta untuk program ketahanan pangan berupa penggemukan 14 ekor sapi.

Namun, saat peninjauan lapangan dilakukan bersama Kades dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) ke lokasi kandang sewaan, hanya ditemukan tiga ekor sapi. Rubby mengakui adanya dinamika pelaporan yang belum rampung dari jajaran pengurus BUMDes terkait unit usaha tersebut.


"Beberapa ekor sapi memang dikabarkan mati, dan ada juga yang sudah terjual. Namun, rincian laporannya belum kami terima dari pengurus BUMDes. Baiknya memang harus bertemu langsung dengan Direktur BUMDes," jelasnya.


Masalah serupa ternyata pernah terjadi pada pengucuran anggaran BUMDes tahun 2021 sebesar Rp100 juta. Dana yang diperuntukkan bagi pembelian 30 ekor domba dan dikelola kelompok ternak warga tersebut menguap tanpa menyumbangkan PADes.


"Tapi itupun tak ada hasil, dianggapnya itu bantuan hibah. Bagi kami hal itu cukup dilematis," ungkap Rubby.


Guna memenuhi asas keberimbangan berita, konfirmasi berulang telah diupayakan kepada Direktur BUMDesa Ciheulang, Jimy.

Namun, hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan belum dapat ditemui secara langsung.

Melalui pesan singkat WhatsApp, Jimy hanya mengonfirmasi singkat bahwa dirinya sedang berada di lapangan tanpa memberikan rincian lebih lanjut terkait tata kelola dan transparansi keuangan BUMDes Ciheulang.

Posting Komentar untuk "Hanya 3 dari 14 Ekor Sapi Terdapat, Rp325 Juta BUMDes Ciheulang Dipertanyakan?"


Ads :