Way Kanan ( Kasui )– Proyek rekontruksi jalan ruas simpang empat kasui link 074 terletak di kelurahan kasui pasar , Kabupaten way kanan, dengan pagu mencapai Rp. 5.000.000.000.00 miliar, menjadi sorotan setelah ditemukan Keretakan/patah pada sejumlah bagian rigid Beton,
Temuan tersebut terlihat di beberapa titik pada ruas jalan yang sedang dalam proses pembangunan. Kondisi ini memunculkan pertanyaan di masyarakat, terutama terkait proses pengawasan dan pengendalian mutu pekerjaan yang menggunakan anggaran provinsi Lampung Tahun Anggaran 2026.
Proyek rekontruksi tersebut memiliki panjang sekitar kurang lebih 800 meter. pekerjaan rekontruksi tersebut dengan nilai pagu Rp. 5.000.000.000.00 milyar dan dilaksanakan oleh CV PUTRAPARMA. prom bkp bloc X jalan baru 1 kelurahan kemiling perma. kecamatan kemiling kota bandar lampung
Munculnya retakan pada rigid beton menjadi hal yang perlu mendapat perhatian dan pemeriksaan teknis. Sebab, kualitas konstruksi jalan tidak hanya ditentukan pada saat pengecoran, tetapi juga berkaitan dengan kesiapan tanah dasar, lapisan fondasi, mutu material, proses pengecoran dan pemadatan, sambungan beton, hingga proses perawatan atau curing.
masyrakat kecamatan kasui meminta kepada semua pihak terkai. dinas bina marga dan bina kontruksi konsultan agar melakukan perbaikan kami menduga bahwa pekerjaan tersebut sarat akan - ❌ Kualitas campuran beton tidak memenuhi standar
- ❌ Penempatan tulangan baja tidak tepat / kurang jumlahnya
- ❌ Proses pengecoran atau perawatan (curing) kurang baik
- ❌ Beban berlebih di atas kapasitas rencana
- ❌ Penurunan pondasi yang tidak merata
Menurutnya, evaluasi diperlukan untuk mengetahui apakah seluruh tahapan pekerjaan telah dilaksanakan sesuai gambar kerja, spesifikasi teknis dan Rencana Anggaran Biaya (RAB).
“Kami mengindikasikan pekerjaan perlu dilihat kembali secara teknis, mulai dari fondasi tanah yang masih labil, proses pengecoran, pemadatan hingga curing. Harapannya pekerjaan dilaksanakan sesuai gambar, spesifikasi teknis dan RAB,” ujar salah satu warga.
salah satu warga kasui mengatakan masyarakat telah lama menantikan perbaikan ruas jalan tersebut. Karena itu, ia berharap proyek dengan anggaran besar tersebut menghasilkan konstruksi yang mampu bertahan dalam jangka panjang.
“Kami sudah berpuluh-puluh tahun menunggu perbaikan jalan ini. Jangan sampai sudah diperbaiki, jalan kembali rusak,” katanya.
Dengan adanya Keretakan pada sejumlah titik, masyarakat kini menunggu penjelasan dari pihak-pihak yang memiliki kewenangan dalam pengawasan proyek.
Beberapa hal yang perlu dijelaskan antara lain, apakah retakan tersebut telah diperiksa oleh konsultan pengawas, apa penyebabnya berdasarkan hasil pemeriksaan teknis, bagaimana hasil pengujian mutu beton, serta apakah pekerjaan yang mengalami kerusakan akan mendapatkan penanganan atau perbaikan.
Pertanyaan tersebut menjadi relevan karena proyek menggunakan anggaran daerah provinsi dengan nilai mencapai miliar rupiah.
Pengawasan yang efektif semestinya tidak hanya memastikan pekerjaan berjalan sesuai tahapan administrasi, tetapi juga memastikan kualitas fisik pekerjaan memenuhi persyaratan teknis sebagaimana tercantum dalam dokumen kontrak.
Hingga berita ini diterbitkan,belum ada tanggapan resmi dari pihak konsultan Pengawas dan juga media ini masih berupaya meminta konfirmasi dari prusahaan selaku penyedia jasa, PPK, serta Pemerintah provinsi Lampung mengenai temuan retakan tersebut.
Konfirmasi diperlukan untuk mengetahui penyebab retakan, hasil pemeriksaan teknis, standar mutu yang digunakan, serta langkah yang akan dilakukan terhadap bagian pekerjaan yang mengalami keretakan.
Ruang klarifikasi dan hak jawab tetap terbuka bagi pihak pelaksana maupun pihak terkait lainnya sebagai bagian dari prinsip keberimbangan dan pelaksanaan Kode Etik Jurnalistik.

.png)



Posting Komentar untuk "Diduga Gagal Nya Rekontruksi Rigid Beton Kasui Pasar Mengalami Keretakan Dan Patah"