Kedua Kalinya, Pamswakarsa PT Indo Lampung Perkasa Rusak Tanaman & Gubuk Warga Tulang Bawang, Pemerintah Belum Ada Keterangan Resmi
TULANGBAWANG, Jejakkriminal net,
27 Oktober 2026 — Ketegangan kembali memanas di tepian Sungai Tulang Bawang, tepatnya di wilayah Kampung Bangun Rejo dan Kampung Penawar. Senin ini, rombongan PT Indo Lampung Perkasa (ILP) kembali datang dengan jumlah personel yang jauh lebih besar dibandingkan kejadian pertama. Diperkirakan sekitar 800 orang terdiri dari petugas keamanan dan pekerja perusahaan tiba di lokasi, lalu secara langsung melakukan penebangan tanaman kelapa sawit, karet, serta perusakan gubuk milik warga secara paksa dan terkesan brutal.
Aksi Arogan Tanpa Musyawarah
Warga menilai kedatangan pihak perusahaan sangat arogan dan mengabaikan upaya musyawarah yang selama ini dijalin. Tindakan pengrusakan dilakukan membabi buta, padahal belum ada keputusan resmi dari pemerintah yang menyatakan bahwa lahan yang diperdebatkan tersebut masuk dalam wilayah Hak Guna Usaha (HGU) milik perusahaan.
Tangisan Ibu Rumah Tangga, Permohonan yang Menyayat Hati
Yunita, warga Kampung Bangun Rejo yang bekerja mengandalkan lahan tersebut, tak kuasa menahan tangis melihat apa yang terjadi. Ia memohon kepada seluruh jajaran pemerintahan untuk segera turun tangan:
"Saya mohon kepada Kepala Kampung, Camat, Bupati, Gubernur hingga Bapak Presiden agar bisa secepatnya menyelesaikan masalah ini. Tempat ini adalah sumber kehidupan kami dan anak-anak kami. Kalau kebun kami ditebang, kami mau makan apa? Kalau gubuk kami dirusak, kami mau tinggal di mana? Padahal untuk membangun gubuk ini saja kami harus berutang di koperasi, sekadar punya tempat tinggal dan tempat usaha." — Yunita, Warga Bangun Rejo
Kedua Kalinya, Pemerintah Masih Bungkam
Ini adalah kejadian yang kedua kalinya. Semakin besar jumlah personel yang dibawa perusahaan, namun semakin senyap suara dari pihak berwenang. Rohman, warga Kampung Penawar, menyuarakan kekecewaannya yang mendalam:
"Kita ini seolah tidak punya pemimpin. Sudah dua kali PT Indo Lampung turun ke lokasi untuk menguasai lahan yang menjadi sumber penghidupan kami, tapi tidak ada satu pun perwakilan pemerintah — baik Kepala Kampung, Camat, maupun Pemerintah Daerah — yang datang menjadi penengah dan meluruskan masalah ini di lapangan." — Rohman, Warga Penawar
Ia pun menegaskan pertanyaan yang kini menggantung di hati seluruh warga:
"Apakah harus ada darah yang tertumpah dulu baru kalian mau turun ke sini? Jangan hanya saat mau mencalonkan diri kalian datang berkunjung ke rumah warga. Saat kami sedang menderita begini, kalian justru diam seribu bahasa."
Catatan Redaksi
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi maupun pernyataan dari pihak Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang maupun pihak manajemen PT Indo Lampung Perkasa terkait kejadian ini. Kami akan terus memantau perkembangan situasi.


.png)



Posting Komentar untuk "Kedua Kalinya, Pamswakarsa PT Indo Lampung Perkasa Rusak Tanaman & Gubuk Warga Tulang Bawang"