Polemik BUMDes Cikembulan Garut: Telan Ratusan Juta Rupiah, Warga Pertanyakan Transparansi dan Kontribusi PADes

 

Garut, jejak kriminal.net — Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Cikembulan, Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, Jawa Barat, disorot tajam oleh warga. Pasalnya, lembaga usaha yang dibiayai menggunakan dana publik ini diduga mandek dan belum memberikan kontribusi nyata terhadap Pendapatan Asli Desa, meskipun telah menyerap anggaran hingga ratusan juta rupiah.

Berdasarkan data yang dihimpun, suntikan penyertaan modal untuk BUMDes Cikembulan tercatat digelontorkan dalam beberapa tahap, yakni 10 juta pada tahun 2021, 100 juta pada tahun 2024, serta alokasi khusus untuk program ketahanan pangan sebesar 232 juta.



Saat dikonfirmasi di Kantor Desa Cikembulan pada Senin (20/10/2026), Sekretaris Desa Cikembulan, Nunu Nugraha, mengaku tidak mengetahui secara rinci aliran penyertaan modal pada tahun. tahun sebelumnya. Yang saya tau 2024, itu untuk usaha jualan gas 3, kilo. Namun usaha itu sekarang tabung gas nya di sewakan.

"untuk ketahanan pangan 232 juta di tahun 2025. Realisasi usahanya ada di pembesaran ikan nila metode bioflok di Kampung Pojok," ujar Nunu.

Kendati program tersebut berjalan, Nunu mengakui bahwa usaha pembesaran ikan nila tersebut hingga kini belum mampu memberikan kontribusi terhadap PADes.



Senada dengan hal tersebut, Kepala Desa Cikembulan, Reni Astuti, menyampaikan bahwa sektor usaha BUMDes masih berfokus pada pemenuhan operasional internal, sehingga belum menghasilkan keuntungan yang bisa disetorkan ke kas desa.

"Untuk PADes memang belum ada karena masih bergelut di operasional BUMDes itu sendiri. Namun, realisasi badan usaha untuk ketahanan pangan memang ada. Harapannya ke depan bisa menghasilkan sesuai harapan," tandas Reni.

Di sisi lain, pengakuan pihak desa memicu kekecewaan di tengah masyarakat. Sejumlah warga menilai pengelolaan BUMDes Cikembulan tidak transparan dan jauh dari prinsip akuntabilitas publik.



"Usaha BUMDes terdahulu hingga sekarang saya tidak tahu keberadaannya, apa bidang usahanya, baik penghasilannya berapa. Dari penyertaan modal telan ratusan juta, tapi kami masyarakat belum merasakan manfaat dari BUMDes," ungkap salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Masyarakat mendesak adanya keterbukaan informasi publik serta audit independen terhadap aliran dana ratusan juta rupiah tersebut. Transparansi dinilai mendesak agar fungsi BUMDes sebagai penggerak ekonomi kerakyatan dan penopang kesejahteraan warga Desa Cikembulan benar. benar terwujud, bukan sekadar jalan di tempat.

Posting Komentar untuk "Polemik BUMDes Cikembulan Garut: Telan Ratusan Juta Rupiah, Warga Pertanyakan Transparansi dan Kontribusi PADes"


Ads :