Garut, jejak kriminal.net — Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Wanasari, Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Sejak dibentuk dan didirikan tahun 2017 hingga tahun 2025, tercatat dalam data, Bumdes telah menerima Penyertaan modal yang bersumber dari Dana Desa, bernilai cukup fantastis.
Kucuran modal yang digunakan untuk sejumlah bidang usaha dikelola Bumdes. Namun sejauh ini kegiatan usaha diketahui belum raih hasil optimal.
Hal tersebut mematik sorotan publik. Tertuju pada efektivitas pengelolaan anggaran, khususnya alokasi penyertaan modal alokasi ketahanan pangan tahun 2025 sebesar Rp181 juta.
Anehnya program yang sejatinya untuk menopang ketahanan pangan. Malah modal itu digunakan untu unit usaha warung sembako.
Berhasil terkonfirmasi dikantornya, Senin (05/10/2026). Kepala Desa Wanasari, Asep Mujahid, S.Pd.I., tidak menampik adanya kucuran modal ke BUMDes sejak sebelum dirinya menjabat.
Namun, ia menegaskan bahwa selama masa kepemimpinannya, penyertaan modal baru dialokasikan sebanyak dua kali, yakni pada TA 2024 dan 2025.
"Penyertaan modal dari sebelum saya menjabat memang ada. Di era saya baru dua kali: tahun 2024 untuk budidaya ayam petelur, dan tahun 2025 sebesar Rp181 juta untuk unit usaha warung beras," ujar Asep.
Asep juga menambahkan, unit usaha ayam petelur yang dibiayai anggaran 2024 saat ini telah dihentikan operasionalnya.
Usaha ternak ayam ysng dikelols kini telah dijual seluruhnya dengan alasan sudah tidak produktif. Dari total modal yang dikucurkan, kontribusi terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes) dinilai sangat minim, yakni hanya berkisar Rp5 juta" imbuhnya.
Menurutnya, dana PADes tersebut direalisasikan untuk kegiatan darurat warga, seperti biaya operasional pengobatan warga ke rumah sakit dan kegiatan tak terduga lainnya.
Pantauan diwarung yang disebut tempat usaha bumdes. Nampak kios tak beroperasi alias tutup.
Menurut keterangan yang disampaikan warga sekitar warung bumdes. Ia menyebut warung itu ngontrak disana cukup lama.
"Warung ini memang dipakai usaha bumdes sejak cukup lama, sekarang sedang tutup" ujar warga.
Sementara terlihat isi dalam warung bumdes itu beberapa barang dagangan yang tidak banyak, padahal modalnya 181 juta.
Kesenjangan antara besaran anggaran yang dikucurkan dengan kondisi fisik unit usaha memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat. Publik mendesak transparansi serta evaluasi menyeluruh dari pihak pengawas dan dinas terkait guna mengusut kejelasan alokasi dana tersebut agar tidak merugikan keuangan
Sampai berita ini di publikasikan direktur Bumdes ketua BPD belum memberikan keterangan resmi.


.png)



Posting Komentar untuk "Minim Hasilkan PADes, Modal BumDesa Wanasari Cukup Pantastis Unit Usaha Nyaris Gulung Tikar"