Realisasi anggaran yang seharusnya dikelola secara transparan dan kolektif diduga kuat berjalan secara sepihak serta dimonopoli oleh pihak tertentu.
Hal ini terungkap saat awak media melakukan konfirmasi langsung kepada Direktur BUMDes, Koko, pada Senin (12/10/2026).
"Saya kurang begitu tahu soal keluar masuk uang di BUMDes. Saya hanya diajak ke bank untuk penandatanganan pencairan anggaran itu," ungkap Koko secara terbuka.
Ia kemudian mengalihkan seluruh pertanyaan terkait arus keuangan kepada Bendahara BUMDes, Dian.
"Mengenai keluar masuk dan penggunaan dana, Dian yang lebih tahu. Coba konfirmasi ke Dian langsung," tegasnya.
Koko hanya mengetahui satu transaksi yang pernah terjadi, yaitu belanja itik senilai Rp3 juta. Ironisnya, itik tersebut diklaim sudah dijual kembali namun hasil penjualan tersebut diakui diambil sendiri oleh sang bendahara, tanpa kejelasan pencatatan maupun pelaporan ke pengurus lainnya.
Awak media kemudian berupaya meminta keterangan kepada Dian melalui sambungan telepon WhatsApp. Namun alih-alih memberikan penjelasan, Dian justru menolak secara tegas dan menutup akses informasi bagi masyarakat maupun awak media.
"Saya tidak punya kewajiban menjelaskan penggunaan anggaran ke masyarakat, apalagi ke wartawan. Saya hanya punya kewajiban menjelaskan ke pihak desa dan ke Inspektorat saja. Jadi saya menolak menjelaskan apa pun," pungkas Dian singkat.
Di tempat terpisah kasih bumdes Daris saat di pinta tanggapan saya akan kordinasi dulu sama pihak kecamatan. Saya sebenarnya sosialisasi sudah dan memberikan arahan sudah. Tapi nanti persoalan ini saya akan kordinasi dulu tandasnya.



.png)



Posting Komentar untuk "Realisasi Anggaran BUMDes Wanasari Diduga Dimonopoli, Direktur Tak Tahu Arus Kas Bendahara: Tak Wajib Jelaskan ke Publik?"