Budidaya Ikan Program Ketapang Desa Parigi di Soal Warga Ini Penjelasan Direktur BUMDes

Serang, jejakkriminal.net-

Program ketapang Desa Parigi Kecamatan Cikande melalui BUMDes mengalokasikan dana Desa untuk budidaya ikan lele dan nila.


Pelaksanaan budidaya tersebut kini sudah berjalan dari bulan november tahun 2025, dalam pelaksanaannya belum pernah ada panen, ikan pada kurap banyak yang mati karena paktor cuaca di musim penghujan.


Keterangan tersebut di sampaikan oleh H.Uus Ruhyadi selaku direktur BUMDes Parigi Berkah saat di temui awak media usai rapat di kantornya yang terletak di belakang kantor desa parigi.


Lanjut dalam penyampaiannya H.Uus menjelaskan, terkait pengalokasian dana ketapang yang di ambil dari sebagian dana desa sebanyak Rp 225.000.000, digunakan untuk tiga poin yaitu di antaranya:

1. Untuk ternak ikan lele.

2. Untuk ternak ikan nila.

3. Untuk menanam jagung di kegiatan polsek cikande sebesar 27 juta, sisanya sekitar hampir 200 juta untuk modal budidaya ikan di BUMDes Parigi Berkah.


Bangunan di lokasi nampak ada 10 kolam, di lengkapi oleh 1 mesin areator dan yang lainnya, adapun rincian modal yang di gunakan untuk biaya budidaya ikan tersebut, menurut H.Uus, besaran biaya pembuatan kolam bioflok saja menghabiskan biaya 12 hingga 15 jutaan perkolam, itu di luar bangunan jaga atau yang lainnya, terus mesin areator 1 lengkap dengan peralatannya itu menghabiskan biaya hingga 15 juta, terus mesin air, listrik, dan untuk upah pekerja perbulan 500 ribu dengan jumlah empat orang, untuk tambahan upah jaga nanti di setiap panen kita bagi hasil, 30% kita masukan APBDes dan sisanya kita bagi dengan yang jaga, kata H Uus.


Masih dengan H.Uus, terkait pengisian benih ikan Untuk perkolamnya di isi 1000 benih ikan, empat kolam ikan lele, enam kolam ikan nila, penaburannya pada pertengahan bulan november dari awal pembangunan bulan agustus, terkait hasil panen menurutnya belum ada, untuk bisa di panen lele harus mencapai umur 3 bulan.


Jumlah pembenihan semuanya berjumlah 10 ribu ekor untuk 10 kolam bioflok, pembeliian benih ikan sebagian kami beli benih dari ikan sangkal dengan harga perekornya Rp 1500, dan untuk sebagiannya lagi kami beli yang literan dengan harga 80 hingga 120 ribu perliter, terang H.Uus, kamis 22/1/2026.


Di sisi lain warga menilai pengelolaan budidaya ikan, BUMDes Parigi Berkah kurang transparan, karena warga tidak melihat papan informasi kegiatan di pasang di lokasi budidaya, sehingga warga tidak tau pasti berapa angaran yang di gunakan dengan bangunan hanya 10 kolam saja, warga berharap kegiatan BUMDes Parigi Berkah lebih teransparan dan dapat menjalankan program ketapang dengan baik sesuai prosedur agar perkembangannya dapat di rasakan oleh masyarakat banyak, ujar warga yang tidak mau di sebut nama.


Kami berharap pihak terkait mengevaluasi, cek ricek pelaksanaan program ketapan di Desa parigi kami curiga adanya penyimpangan dalam pengalokasian dana desa untuk prigram ketapang (ketahanan pangan) melalui BUMDes (Badan usaha milik Desa) Parigi Berkah, harap warga.


Reporter: Dosi sahara.

Posting Komentar untuk " Budidaya Ikan Program Ketapang Desa Parigi di Soal Warga Ini Penjelasan Direktur BUMDes"

Ads :