Klarifikasi Satker: Jalan Rp63,6 M di Minahasa Segera Diperbaiki, Warga Diminta Bersabar

Klarifikasi Satker: Jalan Rp63,6 M di Minahasa Segera Diperbaiki, Warga Diminta Bersabar

Aktivis Desak Evaluasi Keras PPK Proyek yang Timbulkan Kecelakaan

SULUT – Keresahan warga Desa Toulimembet, Kec. Kakas, Kab. Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut), akhirnya mendapat respons setelah proyek preservasi jalan senilai Rp63,6 miliar menuai sorotan tajam. Pengaspalan yang hanya dilakukan pada satu sisi jalan sejak November 2025 menciptakan kondisi membahayakan, memicu sejumlah kecelakaan, termasuk satu keluarga dengan dua anak yang jatuh akibat permukaan jalan tidak rata.

Menanggapi kecaman warga, Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) Wilayah I Sulut angkat bicara. Kepala Satker PJN I, Ringgo Radetyo, mengakui adanya kelalaian dalam pelaksanaan proyek saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kamis (26/2/2026).

"Informasi dari masyarakat akan segera kami tindak lanjuti. Keluhan warga Toulimembet sedang kami upayakan semaksimal mungkin untuk segera menangani sisi jalan yang belum diaspal," ujar Ringgo.

Ia menjelaskan, pihaknya terkendala waktu menunggu alat sparepart crusher yang dipesan kontraktor pelaksana, PT Parwata Kencana Abadi.

"Jujur saja kami sedikit terkendala, namun alat sudah ada dan akan segera digunakan untuk perbaikan di crusher Asphalt Mixing Plant (AMP). Untuk penanganan segera, kami akan memasang rambu peringatan dan berkoordinasi dengan pelaksana terkait K3," tambahnya.

Ringgo menyampaikan permohonan maaf atas kelalaian tersebut dan memastikan pengaspalan akan dilakukan pada awal Maret 2026.

"Masyarakat diharapkan sedikit bersabar dan berhati-hati saat melintas. Kami tidak menginginkan hal buruk terjadi pada pengguna jalan," pungkasnya.

Proyek yang berjalan dalam Kegiatan Preservasi Jalan Airmadidi–Bts Kota Tondano, Langowan–Ratahan–Belang, Tondano–Wasian–Kakas–Langowan–Kawangkoan ini bernilai fantastis. Berdasarkan dokumen Satker PJN Wilayah I Sulut (Nomor Kontrak: HK 0201-Bb 15.6.1/379, 7 Agustus 2025), proyek senilai Rp63.634.392.000 ini ditargetkan selesai dalam 511 hari kalender dengan masa pemeliharaan 365 hari. Pelaksana proyek adalah PT Parwata Kencana Abadi, diawasi konsultan supervisi PT Epadascon Permata, KSO.

Namun di lapangan, sisi kanan jalan di Desa Toulimembet telah diaspal November 2025, sementara sisi kirinya hingga Februari 2026 masih terbengkalai. Kondisi ini menciptakan permukaan tidak rata dengan gundukan material sisa yang membahayakan pengendara.

"Sudah sering terjadi kecelakaan di titik tersebut. Pernah ada kejadian ayah, ibu, dan dua anak jatuh terpeleset," ujar seorang warga.

Aktivis anti korupsi, Jerry Rumagit, mengapresiasi respons cepat Satker, namun mengingatkan agar kejadian serupa tak terulang. Ia mendesak adanya evaluasi kinerja dan sanksi tegas terhadap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.1 Sam Yuda Haerani.

"Saya apresiasi respons cepatnya. Tapi kelalaian ini harus ada punishment atau teguran keras terhadap PPK 1.1 Sam Yuda Haerani. Sangat perlu dievaluasi kinerjanya, dan jika perlu diganti saja," tegas Rumagit.

Ia menyoroti kelambatan pengerjaan sisi kedua yang telah menciptakan cold joint (sambungan dingin), menyalahi kaidah teknis Permen PUPR dan Spesifikasi Umum Bina Marga.

"Ini proyek preservasi senilai puluhan miliar, tapi eksekusinya justru membuat jalan berbahaya. Jika mengacu pada UU No. 22 Tahun 2009 tentang LLAJ, penyelenggara jalan bertanggung jawab penuh atas kecelakaan akibat kelalaian pemeliharaan. PPK sebagai Manajer Ruas harus memaksimalkan kinerja pemeliharaan," ujarnya.

Penundaan berbulan-bulan, menurut Rumagit, berisiko menyebabkan retak sambungan memanjang, rembesan air, dan ketidakrataan permanen yang melanggar standar teknis.

Dengan janji pengaspalan awal Maret, warga berharap penderitaan mereka segera berakhir. Tekanan publik pun menguat agar proyek miliaran ini benar-benar menjadi solusi bagi keselamatan masyarakat, bukan sumber masalah baru.
Vincent - Tim

Posting Komentar untuk "Klarifikasi Satker: Jalan Rp63,6 M di Minahasa Segera Diperbaiki, Warga Diminta Bersabar"

Ads :