BUKITTINGGI, Jejakkriminal.net
Perjuangan 30 pedagang kios di halaman depan Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan (TMSBK) Bukittinggi untuk mempertahankan hak-haknya melalui jalur hukum terus mendapat perhatian publik.
Setelah sebelumnya mendapat dukungan dari tokoh adat dan niniak mamak Kurai, kini dukungan juga datang dari unsur legislatif Kota Bukittinggi.
Kuasa hukum para pedagang, *Dr. (c) Riyan Permana Putra, S.H., M.H.*, mengapresiasi simpati yang terus mengalir. Ia juga mendesak Pemerintah Kota Bukittinggi untuk menghormati proses hukum yang saat ini sedang berjalan.
"Dukungan dari Tokoh Adat*
Dukungan pertama datang dari unsur adat. Pada *Sabtu, 11 Juli 2026*, Inyiak Datuak Kampuang Dalam, salah seorang tokoh adat Kurai, bersilaturahmi dengan Riyan Permana Putra. Dalam pertemuan itu keduanya berdiskusi mengenai persoalan yang dihadapi para pedagang serta pentingnya menjaga ketertiban, musyawarah, dan penghormatan terhadap proses hukum.
Dukungan dari unsur adat kembali berlanjut pada *Selasa, 14 Juli 2026*. Sejumlah tokoh niniak mamak Kurai lainnya menyatakan simpati terhadap perjuangan 30 pedagang tersebut.
Menurut Riyan, kehadiran para ninik mamak menunjukkan bahwa persoalan ini mulai mendapat perhatian lebih luas di tengah masyarakat.
Dukungan dari DPRD Kota Bukittinggi*
Dukungan dari unsur legislatif menguat pada *Rabu, 15 Juli 2026*.
"Dedy Chandra dari Fraksi Partai Golkar, Anggota DPRD Kota Bukittinggi, menyatakan sikap agar Pemko Bukittinggi menghormati proses hukum yang sedang berjalan.
Pada hari yang sama, *Amrizal* dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) juga menyampaikan dukungannya kepada 30 Pedagang Kios TMSBK.
Amrizal menegaskan bahwa penyelesaian sengketa harus dilakukan sesuai koridor hukum dan mengedepankan dialog dengan para pedagang.
Hingga berita ini diturunkan, proses hukum terkait sengketa lahan 30 kios di kawasan TMSBK masih bergulir.
(Zlk)


.png)
Posting Komentar untuk "Dukungan Terus Mengalir, Legislator PKB dan Golkar Desak Pemko Bukittinggi "