Jejak Kriminal.net|Garut– Pengelolaan keuangan sekolah menjadi sorotan tajam publik usai ditemukan angka anggaran yang dinilai tidak wajar di SDN 1 Kota Kulon dan SDN 2 Kota Kulon, yang berlokasi di Jalan Raya Ciledug No. 213, Kelurahan Kota Kulon, Kecamatan Garut Kota.
Berdasarkan data yang tercantum dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (Arkas) untuk Tahun Anggaran 2025, nilai pagu anggaran di kedua sekolah ini terbilang fantastis, namun penggunaannya memunculkan banyak tanda tanya besar.
Ironisnya, kedua kepala sekolah yang baru menjabat justru kompak melemparkan tanggung jawab kepada pendahulu mereka yang sudah pensiun.
Berdasarkan data yang dihimpun, SDN 1 Kota Kulon memiliki jumlah siswa sebanyak 531 orang dengan total anggaran mencapai Rp477.900.000. Sedangkan SDN 2 Kota Kulon dengan jumlah siswa 473 orang mendapatkan alokasi dana sebesar Rp425.700.000.
Dari total dana tersebut, terdapat beberapa pos yang menjadi pusat perhatian. Di SDN 1 Kota Kulon, anggaran untuk pembayaran guru honorer dipatok sebesar Rp112.590.000. Selain itu, terdapat anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana senilai Rp32.328.600, serta pengembangan perpustakaan sebesar Rp48.902.000.
Hal serupa juga terjadi di SDN 2 Kota Kulon. Anggaran untuk gaji guru honorer tercatat mencapai Rp77.350.000, pemeliharaan sarana dan prasarana Rp27.652.850, dan pengembangan perpustakaan Rp43.770.000.
Menanggapi besaran nilai anggaran tersebut, H. Asep Saepul Mukti S.Pd., M.Pd., Kepala SDN 1 Kota Kulon, mengaku bingung dan menilai perhitungan yang ada tidak logis. Menurutnya, standar gaji serta jumlah tenaga honorer di lapangan tidaklah sebanding dengan angka yang dianggarkan.
"Kalau untuk gaji guru honorer paruh waktu, setahu saya cuma ada dua orang. Kalau yang punya gelar SMA sederajat paling Rp700 ribu per bulan, kalau sarjana Rp1 juta per bulan. Kalau penganggarannya sebanyak itu, saya juga kurang paham, Pak," ujar Asep dengan nada heran, Sabtu (16-04-2026).
Ketika ditanya meminta pertanggungjawaban terkait penggunaan dana tersebut, Asep Saepul Mukti dan Herman selaku Kepala SDN 2 Kota Kulon, kompak mengaku tak tahu menahu. Keduanya beralasan bahwa mereka belum lama menjabat.
"Soal penggunaan anggaran tahun itu, kami belum tahu karena kami belum sebulan menjabat di sekolah ini," elak mereka serentak.
Alih-alih memberikan penjelasan rinci, kedua kepala sekolah tersebut justru menunjuk pihak lain. Mereka menegaskan bahwa pihak yang paling mengetahui detail anggaran dan yang seharusnya bertanggung jawab adalah kepala sekolah definitif sebelumnya yang belum lama ini pensiun.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada
klarifikasi resmi mengenai kesesuaian antara besaran anggaran dengan realisasi fisik dan keuangan di kedua sekolah tersebut. Masyarakat pun menunggu kepastian dari dinas terkait untuk mengusut temuan anggaran yang dinilai janggal ini.
Catatan: Permohonan dalam bentuk apapun dapat disampaikan melalui No WA : 0838-7957-8108 dengan menyertakan identitas lengkap.
(Hendra Irawan)


.png)
Posting Komentar untuk "Anggaran Fantastis di SDN 1 & 2 Kota Kulon Jadi Sorotan, Kepala Sekolah Baru Lempar Tanggung Jawab"