OGAN KOMERING ILIR-jejakkriminal.net//- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu program prioritas pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Program ini bertujuan memberikan makanan bergizi seimbang secara gratis kepada siswa sekolah, balita, serta ibu hamil dan menyusui guna meningkatkan gizi masyarakat, menekan angka stunting, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Namun dalam pelaksanaannya di lapangan, program yang diharapkan yang di pimpin oleh ibu rindayani selaku pemilik MBG catering dimas yudha perkasa yang mampu membantu pemenuhan gizi tersebut tetapi diduga masih menyisakan berbagai persoalan. Salah satunya terkait menu makanan yang dinilai tidak layak untuk dikonsumsi oleh para siswa.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pada Jumat (13/03/2026) sejumlah siswa menerima sajian roti yang diduga sudah berjamur dalam paket makanan program MBG. Kondisi roti tersebut membuat para siswa merasa ragu untuk mengonsumsinya karena khawatir dapat menimbulkan keracunan atau dampak kesehatan yang tidak diinginkan.
Beberapa orang tua siswa mengaku sangat kecewa dengan kejadian tersebut. Mereka menilai makanan yang disediakan melalui program pemerintah seharusnya benar-benar diperhatikan kualitas dan kebersihannya sebelum dibagikan kepada anak-anak.
Saat di komfirmasi kepala catring pada tanggal 13 maret 2026,
Secara operasional, pelaksanaan program MBG dikoordinasikan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dengan melibatkan berbagai instansi terkait baik di tingkat pusat maupun daerah. Di antaranya adalah Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Dinas Kesehatan yang bertugas mengawasi kualitas gizi serta keamanan makanan, termasuk aspek higienis dan sanitasi pada dapur umum Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Selain itu, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui Dinas Pendidikan berperan dalam mengoordinasikan pendistribusian makanan ke sekolah-sekolah.
Sementara Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia memfasilitasi pembentukan Satgas MBG di tingkat daerah.
Peran lainnya juga melibatkan Badan Pangan Nasional yang memastikan ketersediaan bahan pangan, serta Kementerian Sosial Republik Indonesia yang turut terlibat dalam penyediaan makanan bagi kelompok rentan.
Menanggapi kejadian tersebut, Ketua LSM MITRA MABES, Ollan.SP, sangat menyayangkan adanya dugaan penyajian makanan yang tidak layak dikonsumsi oleh para siswa. Ia meminta agar pihak-pihak terkait segera turun langsung meninjau dapur SPPG yang menyediakan makanan tersebut.
“Program MBG ini sangat baik untuk membantu pemenuhan gizi anak-anak. Namun jika makanan yang disajikan tidak layak konsumsi, tentu sangat membahayakan kesehatan siswa. Kami meminta instansi terkait segera melakukan evaluasi dan pengawasan yang lebih ketat,” ujarnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak SPPG yang bertanggung jawab atas penyediaan makanan tersebut belum dapat dikonfirmasi untuk memberikan keterangan lebih lanjut.



.png)
Posting Komentar untuk "Diduga Menu MBG Tidak Layak Konsumsi Siswa Terima Roti Berjamur"