Kab. Bandung/Jejak kriminal.net - Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), yang dikelola Desa Sukarame, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, sejak dibentuk tahun 2018, kucuran modal dari Dana Desa mencapai Rp736.000.000,-
Penyertaan modal yang digelontorkan dari pundi APBN untuk usaha BUMDES tersebut, hingga saat ini belum menyumbang hasil melalui pendapatan asli desa (PADes). Bahkan sejumlah usaha yang dikelola terancam gulung tikar alias bangkrut.
Pantauan awak media pada kegiatan yang dikelola BUMDES Sukarame, Selasa (26/05/25). Budidaya ikan nila yang dikelola sebagai program ketahanan pangan terpantau tak optimal.
Hal tersebut dikemukakan Bendahara BUMDES, Rina saat memberikan keterangan kepada awak media.
Ia menyebut budidaya ikan nila yang dikelola dari modal BUMDES hingga saat ini produksi panen masih minim karena banyak kendala.
"Untuk usaha budidaya ikan nila, sudah Dua periode panen. Namun hasilnya masih belum optimal, kewalahan pakan serta angka kematian cukup tinggi" paparnya.
Ditambahkan Rina, sebelum usaha budidaya ikan Nila, BUMDES juga kelola air bersih untuk kebutuhan warga serta pertanian Cengkeh.
'Saya baru masuk dalam kepengurusan BUMDES tahun 2020, warisan usaha BUMDES pengelolaan air bersih untuk warga serta pertanian Cengkeh. Kontribusi yang pernah di sumbang untuk PADes hanya dari air bersih, rata rata 500 ribu tiap bulan. Kalau dari pertanian Cengkeh hingga saat ini belum ada" imbuhnya.
Dilain tempat hal senada juga diungkapkan Sekretaris Desa Sukarame, Yadi Permana. Menurutnya usaha yang dikelola BUMDES, menghasilkan PADes jauh dari harapan.
“Memang ada yang masuk ke kas Desa, untuk jumlah pastinya saya sudah lupa. Nilainya tidak besar dan tidak sebanding dengan modal yang sudah dikeluarkan,” ucap Yadi.
Fakta lapangan serta keterangan yang didapat dari perangkat Desa Sukarame dan pengurus, pengelolaan BUMDES terkesan mati suri.
Ratusan juta modal BUMDES yang dikelola tak kunjung buahkan hasil. Indikasi penghamburan anggaran serta dugaan modal jadi bancakan, santer terdengar dilingkup warga Desa Sukarame yang berhasil diminta tanggapannya.
"Keberadaan BUMDES hanya simbol program saja, sekretariat pun gak jelas padahal anggaran terus mengalir. Kami tidak pernah merasakan manfaat adanya BUMDES selain kebutuhan air itupun harus bayar ditarif penggunaanya per kubikasi pemakaian" ungkap warga.
(Kaperwil Hendra)






.png)
Posting Komentar untuk "BUMDes Sukarame Terancam Gulung Tikar, Ratusan Juta Penyertaan Modal Nyaris Tanpa PADes"