Pasaman_jejakkriminal.net_ Pendidikan selalu menjadi fondasi utama kemajuan sebuah daerah. Di Kabupaten Pasaman, mimpi anak-anak untuk mengenyam pendidikan yang layak tanpa terbebani biaya kini mulai diwujudkan melalui langkah konkret Pemerintah Kabupaten Pasaman di bawah kepemimpinan Bupati Pasaman Welly Suhery dan Wakil Bupati H. Parulian.
Melalui program unggulan Pendidikan Gratis dan Seragam Gratis, pasangan Welly–Parulian menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia menjadi prioritas utama dalam agenda Pasaman Bangkit.
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat yang dirasakan hampir seluruh daerah, Pemerintah Kabupaten Pasaman tetap menunjukkan keberpihakan kuat terhadap sektor pendidikan. Program ini dinilai bukan sekadar bantuan jangka pendek, melainkan investasi strategis untuk menyiapkan generasi Pasaman yang lebih unggul di masa depan.
Dalam 10 hingga 20 tahun ke depan, pemerintah berharap lahir generasi baru Pasaman yang mampu menjadi motor penggerak pembangunan daerah, membawa daerah keluar dari ketertinggalan melalui bekal ilmu pengetahuan, keterampilan, dan karakter yang kuat.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasaman Muslim, didampingi Ketua BAZNAS Kabupaten Pasaman Asnil M, dalam konferensi pers satu tahun Program Unggulan Pasaman Bangkit menjelaskan bahwa program tersebut mulai berjalan sejak Mei 2025 dan menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah untuk periode 2025–2030.
“Pada tahun 2025, bantuan seragam gratis disalurkan dalam bentuk uang tunai melalui BAZNAS Kabupaten Pasaman kepada sebanyak 5.111 peserta didik baru di seluruh Kabupaten Pasaman,” ujar Muslim.
Memasuki tahun 2026, skema bantuan diperkuat. Pemerintah akan menyalurkan bantuan dalam bentuk seragam jadi bagi seluruh peserta didik baru tingkat SD sederajat dan SMP sederajat.
Diperkirakan sekitar 11 ribu siswa baru akan menerima manfaat program tersebut pada tahun ini, termasuk pelajar di wilayah terpencil yang selama ini kerap menghadapi keterbatasan akses dan biaya pendidikan.
Program ini dinilai sangat membantu masyarakat, terutama dalam mengurangi tekanan ekonomi orang tua menjelang tahun ajaran baru yang biasanya dibarengi meningkatnya kebutuhan sekolah anak.
Tak berhenti pada seragam gratis, Pemerintah Kabupaten Pasaman juga melanjutkan program Pendidikan Gratis untuk jenjang pendidikan menengah.
Pada awal masa pemerintahan Welly–Parulian, anggaran pendidikan gratis kembali dialokasikan untuk siswa SMA, SMK, dan SLB. Pemerintah daerah juga memperluas cakupan bantuan kepada sekolah berbasis keagamaan dan swasta, termasuk Madrasah Aliyah (MA), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Ibtidaiyah (MI), serta SMA dan SMK swasta.
Dalam APBD 2026, pemerintah kembali menyiapkan anggaran pendidikan gratis yang akan disalurkan kepada SLBN, SMAN, dan SMKN melalui mekanisme Bantuan Keuangan Khusus kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.
Sementara untuk madrasah negeri dan swasta, SLB swasta, SMA/SMK swasta, hingga pondok pesantren, bantuan akan disalurkan melalui mekanisme hibah yang dianggarkan melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Pasaman.
Saat ini, proses realisasi program pendidikan gratis tahun 2026 masih dalam tahap persiapan administrasi sebagai dasar pencairan anggaran.
Langkah ini menunjukkan bahwa di tengah keterbatasan fiskal, Pemerintah Kabupaten Pasaman memilih tetap berinvestasi pada sektor paling mendasar: pendidikan. Sebab bagi Welly–Parulian, membangun Pasaman tidak cukup hanya lewat infrastruktur fisik, tetapi juga melalui pembangunan generasi yang akan menentukan wajah daerah di masa depan. (TL)



.png)
Posting Komentar untuk "Pendidikan Gratis dan Seragam Gratis, Investasi Jangka Panjang Welly-Parulian Untuk Masa Depan Anak Pasaman"