Merangin, Jambi | Jejakkriminal.Net-
Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) menggunakan alat berat excavator kembali menjadi sorotan masyarakat Kabupaten Merangin. Kali ini, nama Juri, warga Desa Lubuk Beringin, Kecamatan Muara Siau, disebut-sebut sebagai salah satu pihak yang diduga mengendalikan aktivitas tambang emas ilegal berskala besar di wilayah tersebut 17/5/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini dari sejumlah sumber di lapangan, aktivitas PETI menggunakan alat berat excavator merek Zomlion diduga masih terus beroperasi secara terbuka di kawasan Desa Lubuk Beringin. Warga menilai aktivitas tersebut seolah berjalan tanpa hambatan, meski dinilai telah merusak lingkungan dan meresahkan masyarakat sekitar.
“Sekarang aktivitasnya masih jalan. Excavator merek Zomlion itu sering terlihat bekerja di lokasi tambang,” ujar salah satu warga yang meminta identitasnya dirahasiakan demi alasan keamanan.
Tak hanya di Desa Lubuk Beringin, warga juga menyebut satu unit alat berat lainnya milik keluarga Juri kini diduga sedang beroperasi di wilayah Muaro Nilo untuk aktivitas PETI.
Menurut informasi masyarakat, alat berat yang bekerja di Muaro Nilo tersebut diduga dikendalikan oleh menantu Juri yang bernama Riyan. Excavator merek Zomlion itu disebut aktif melakukan pengerukan material tambang emas di kawasan tersebut.
“Kalau yang di Muaro Nilo sekarang informasinya dipegang menantunya, namanya Riyan. Excavatornya juga merek Zomlion,” ungkap warga.
Selain itu, nama Ramadhan, anak kandung Juri yang dikabarkan baru lulus menjadi anggota TNI, turut menjadi perbincangan masyarakat. Warga menduga keberadaan Ramadhan di sekitar aktivitas PETI membuat usaha tambang ilegal tersebut terkesan sulit tersentuh hukum.
Namun demikian, hingga berita ini diterbitkan belum ada keterangan resmi maupun bukti hukum yang menyatakan keterlibatan Ramadhan dalam aktivitas PETI tersebut. Informasi yang beredar masih sebatas keterangan dan dugaan dari masyarakat setempat.
“Warga di sini banyak yang bicara soal itu. Katanya anaknya sering terlihat di lokasi tambang,” ujar sumber lain.
Warga berharap informasi yang berkembang di tengah masyarakat dapat menjadi perhatian aparat penegak hukum maupun institusi terkait agar dilakukan penelusuran secara profesional dan transparan.
Di sisi lain, masyarakat juga mengeluhkan dampak lingkungan akibat aktivitas PETI yang menggunakan alat berat excavator. Sungai disebut semakin keruh, tebing rawan longsor, dan ancaman banjir bandang mulai dikhawatirkan warga sekitar.
“Kalau terus dibiarkan, dampaknya nanti ke masyarakat juga. Sungai rusak dan hutan makin habis,” keluh warga.
Selain persoalan lingkungan, warga juga mengaku resah lantaran lokasi tambang disebut dijaga ketat sehingga masyarakat kecil yang ingin mencari sisa material emas secara tradisional tidak diperbolehkan masuk ke area tersebut.
“Kami cuma mau cari sisa emas di bekas lumpur tambang saja susah. Lokasinya seperti sudah dikuasai penuh,” kata warga lainnya.
Masyarakat kini meminta aparat penegak hukum, baik dari Polres Merangin, Polda Jambi, maupun pihak terkait lainnya untuk turun langsung melakukan penindakan terhadap aktivitas PETI yang diduga masih marak terjadi di wilayah Muara Siau dan sekitarnya.
Warga berharap penegakan hukum dilakukan secara adil tanpa pandang bulu, serta menindak tegas siapa pun yang terbukti terlibat dalam aktivitas tambang emas ilegal yang merusak lingkungan dan merugikan masyarakat.



.png)
Posting Komentar untuk "Tambang Emas Ilegal Juri di Muara Siau Jadi Sorotan, Diduga Dibekingi Anak Kandung yang Baru Lulus TNI"