Jejak Kriminal.Net|Garut – Pengelolaan dan penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SDN 1 Girijaya hingga kini masih menyisakan tanda tanya besar. Meski aturan mewajibkan transparansi dan keterbukaan informasi publik, pihak sekolah dinilai sulit memberikan penjelasan rinci terkait aliran dan pemanfaatan dana tersebut, serta menutup akses informasi bagi publik maupun awak media.
Berangkat dari apa dan bagaimana dugaan ketidakterbukaan ini, awak media mendatangi lokasi sekolah pada Kamis [07-052026] untuk menelusuri fakta di lapangan. Namun, kedatangan tersebut tidak dapat bertemu langsung dengan Kepala Sekolah yang berwenang. Awak media kemudian berusaha menggali informasi dari Bahtiar, selaku operator sekolah.
Di tengah percakapan, tiba-tiba seorang guru datang dan menegur dengan tegas.
“Tolong Pak Bahtiar jangan memberikan informasi kepada siapa pun mengenai dana BOS tanpa seizin kepala sekolah. Apalagi sudah ada himbauan dari dinas. Tuh di luar sudah terpampang himbauan, yang berhak menanyakan dana BOS hanya Inspektorat dan BPK,” ujar guru tersebut.
Menanggapi hal itu, awak media menjelaskan bahwa kehadiran bukan dalam rangka pemeriksaan memeriksa bukan kewenangan awak media, awak media melainkan menjalankan tugas jurnalistik untuk bertanya demi kepentingan publik terkait penggunaan dana negara yang sejatinya harus terbuka.
Ketika disinggung soal kewajiban transparansi berupa papan informasi atau baliho penggunaan dana BOS yang seharusnya dipasang di tempat umum (Lingkungan sekolah), pihak sekolah memberikan jawaban yang tidak memuaskan.
“Biasanya dipasang di luar dalam bentuk baliho, tapi balihonya ada yang mengambil, entah kemana,” kata guru dan operator sekolah secara kompak, tanpa bisa menjelaskan lebih lanjut siapa yang mengambil dan mengapa tidak segera dipasang ulang.
Isu kian memanas saat muncul keluhan dari orang tua siswa terkait dana Program Indonesia Pintar (PIP) reguler. Orang tua mengaku bantuan yang seharusnya diterima siswa justru puluhan kartu (rekening) dinyatakan hilang oleh pihak sekolah, tanpa ada kejelasan apakah benar hilang atau justru disalahgunakan. Namun, ketika awak media menanyakan hal ini kembali, guru dan operator kembali menghindar. “Sebaiknya konfirmasi ke kepala sekolah langsung,” tandas mereka.
Hingga berita ini diturunkan, berbagai pertanyaan mendasar belum terjawab, ke mana aliran dana BOS digunakan, di mana bukti pertanggungjawabannya, serta kejelasan nasib dana PIP yang diklaim hilang. Publik berharap instansi berwenang dapat segera menelusuri persoalan ini agar hak informasi masyarakat terpenuhi dan aturan keterbukaan informasi publik tidak sekadar tertulis di atas kertas.
(Hendra Irawan)


.png)
Posting Komentar untuk "Penggunaan Dana BOS SDN 1 Girijaya Masih Gelap, Papan Informasi Tidak Ada, Data Sulit Diakses "