GARUT/Jejak Kriminal.net – Penyaluran penyertaan modal senilai ratusan juta rupiah kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Jatimulya, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut, memicu kritik keras dari masyarakat. Dana yang sejatinya dialokasikan untuk menggerakkan ekonomi warga dan menambah Pendapatan Asli Desa (PADes) dinilai belum memberikan dampak nyata, bahkan sejumlah usaha yang dirintis justru berhenti beroperasi di tengah jalan.
Sebagai lembaga ekonomi desa, BUMDes dibentuk dengan tujuan utama mengelola potensi lokal, sumber daya alam, dan sumber daya manusia guna meningkatkan kesejahteraan warga sekaligus membuka lapangan kerja. Namun harapan tersebut tampaknya belum terwujud di Desa Jatimulya, di mana penanaman modal ratusan juta rupiah bukan kali ini saja dilakukan, melainkan sudah berlangsung berulang kali, termasuk alokasi besar yang kembali disalurkan pada tahun 2025.
Dikonfirmasi awak media di ruang kerjanya, Rabu (13/05/2026), Kepala Desa Jatimulya, Jaenal Mutaqin, S.Pd.I., membenarkan adanya penyaluran modal tersebut. Ia menyebutkan BUMDes menjalankan dua lini usaha utama, yaitu pembesaran ikan nila dan budidaya tanaman melon.
“Memang ada penyertaan modal ke BUMDes tahun 2025. Ada dua kegiatan usaha yang dijalankan seperti pembesaran ikan dan penanaman melon,” ujar Jaenal.
Meski mengakui kedua usaha tersebut sempat melakukan panen, Jaenal tidak mampu menyajikan informasi mengenai besaran keuntungan atau kontribusi yang disumbangkan kedua usaha itu terhadap PADes pada tahun anggaran 2025. “Untuk hasil PADes tahun 2025 saya lupa, harus buka data dulu,” tambahnya.
Berbeda dengan catatan resmi pemerintah desa, versi masyarakat di lapangan mengungkapkan kenyataan yang memprihatinkan. Menurut warga yang berdomisili dekat lokasi usaha, kedua kegiatan tersebut hanya berjalan sebentar dan tidak berkelanjutan.
“Setahu kami ikan baru satu kali panen, dan melon juga sama. Sampai sekarang penanaman melon tidak ada lagi, seperti mau gulung tikar,” ungkap salah satu warga yang enggan disebutkan identitasnya.
Hingga saat ini, hanya usaha pembesaran ikan yang masih terlihat beroperasi, sementara budidaya melon telah berhenti total. Warga pun menyuarakan kekhawatiran besar, mengingat nilai modal yang disalurkan mencapai ratusan juta rupiah. Masyarakat menuntut kejelasan agar dana publik tersebut tidak hilang atau menguap tanpa pertanggungjawaban yang sah.
“Kami sangat kecewa karena penyertaan modal itu tidak sedikit. Sampai ratusan juta, tapi manfaatnya tidak berdampak dan tidak dirasakan oleh masyarakat Desa Jatimulya,” tegas warga tersebut.
Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar mengenai efektivitas manajemen BUMDes Jatimulya. Publik mempertanyakan kualitas perencanaan usaha, kelayakan bisnis yang disusun, serta mekanisme pengawasan yang diterapkan, mengingat tujuan utama pendirian lembaga ini adalah membawa kesejahteraan bagi seluruh warga desa, bukan sekadar pembukuan administrasi semata.
(Kaperwil Jabar Hendra)






.png)
Posting Komentar untuk "Penyertaan Modal Ratusan Juta ke BUMDes Jatimulya Dipertanyakan: Usaha Berhenti Tengah Jalan, Kontribusi PADes Tak Jelas?"