Jejak Kriminal Net-
Palembang- Video dugaan penganiayaan terhadap seorang pria bertangan terikat viral di media sosial sejak Kamis 4/6/2026. Dalam rekaman, korban tampak dipukul berulang kali dengan sebatang kayu sambil memohon ampun.
" Ampun kak... ampun kak... anak aku masih kecik kak...," terdengar suara pria dalam video tersebut. Korban juga tampak tidak melakukan perlawanan saat dugaan penganiayaan berlangsung.
Video itu memicu perhatian publik setelah terdengar suara seseorang yang diduga pelaku menyebut memiliki kedekatan dengan aparat penegak hukum. Namun, keaslian video serta identitas para pihak masih harus dibuktikan melalui penyelidikan resmi.
Informasi beredar menyebut terduga pelaku berinisial AJN, pengusaha galian C di kawasan Gandus, Palembang. Motif dan kronologi lengkap peristiwa hingga kini belum diketahui.
Menanggapi video itu, Ketua JA98 Pemuda Pancasila Ramogest mengutuk keras aksi kekerasan tersebut.
"Apa pun alasannya, tidak ada seorang pun yang berhak menganiaya atau memperlakukan manusia secara tidak manusiawi. Negara ini negara hukum. Jika ada persoalan, tempuh jalur hukum, bukan main hakim sendiri," tegasnya.
Ramogest mendesak Aparat Penegak Hukum mengusut tuntas kasus ini agar tidak ada pihak yang kebal hukum. JA98 Pemuda Pancasila berencana membentuk Posko Pengaduan Kekerasan terhadap Rakyat bersama LBH PEKAT Indonesia Bersatu.
Sementara itu, pihak RS memberi klarifikasi. Menurut RS, pria dalam video baru bekerja sebagai sopir kurang dari sehari. Ia diberi uang untuk BBM kendaraan operasional, namun kemudian hilang kontak. Setelah dicek GPS, kendaraan ditemukan di Betung, Banyuasin.
Keterangan RS tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut. Hingga berita ini diterbitkan, Polrestabes Palembang belum memberikan keterangan resmi terkait kronologi, motif, maupun status hukum para pihak.
Redaksi membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi bagi seluruh pihak guna memenuhi prinsip keberimbangan.
`(Red)


.png)
Posting Komentar untuk "Video Pria Diikat Dan Dipukul Viral, JA98 Desak Polisi Usut Tuntas"