Disinyalir Pengelolaan Mangkrak, Dana BUMdes Pusparaja Tembus Rp1 Miliar, Kontribusi PAdes Nihil?

 

Tasikmalaya, jejak kriminal.net - Alokasi penyertaan modal untuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Pusparaja, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, mencatatkan angka fantastis.

Kumulatif dana anggaran sejak 2018 hingga 2025 tercatat nyaris menyentuh angka Rp1 miliar. Namun, kucuran dana raksasa tersebut bertolak belakang dengan realisasi Pendapatan Asli Desa (PADes) yang hingga kini masih nol besar.

Praktik penguncian informasi publik dan indikasi minimnya transparansi pengelolaan keuangan desa terungkap saat penelusuran lapangan dilakukan.



Upaya konfirmasi di Kantor Desa Pusparaja menemui tembok tebal. Sekretaris Desa, Ayu, menolak membeberkan perincian realisasi anggaran BUMDes dengan dalih keterbatasan wewenang kepemimpinan.

Ayu berkelit bahwasanya Kepala Desa Pusparaja, Ajo Sutarjo, tengah absen berhalangan hadir. "Maaf, berhubung Pak Kades sudah dua hari tidak masuk kantor karena sakit, saya tidak berani memberikan informasi tanpa izin Pak Kades," tegas Ayu singkat, Kamis (27/8/2026).

Terkait kontribusi finansial, Ayu mengakui BUMDes sempat mangkrak total dan baru dipaksakan berjalan kembali pada 2025 tanpa menyumbang kontribusi tunai sepeser pun ke kas desa.



Direktur BUMDes Pusparaja yang baru menjabat sejak 2025, Fajar, mengonfirmasi melalui saluran telepon bahwa pihaknya telah menerima kucuran dana segar sebesar Rp250 juta, untuk tiga unit usaha, Peternakan Domba, 40 ekor dan domba telah habis terjual. Pembesaran ikan nila sama sudah habis dipanen dan dijual. Komoditas jahe belum yang belum berhasil dijual.

Kendati hasil penjualan modal bernilai ratusan juta rupiah telah berada di tangan pengurus, Fajar membenarkan belum ada pembelian kembali bibit maupun ternak.

Faktor cuaca kemarau serta kelangkaan air dan pakan rumput dijadikan alasan utama berhentinya perputaran usaha. Pihaknya menyebut penyetoran PADes baru akan diupayakan pada akhir 2026.

Tak hanya persoalan operasional usaha berjalan, inventarisasi aset BUMDes pengurus periode sebelum 2025 diduga kuat semrawut. 

Hingga saat ini, aset fisik terverifikasi yang berhasil dikuasai pengurus baru hanyalah 1 unit mobil bak L300.

Sisa fisik aset hasil pengucuran dana akumulatif 2018–2024 bernilai ratusan juta rupiah lainnya dikabarkan masih dalam tahap "perhitungan ulang" yang tak kunjung usai oleh Pemerintah Desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Pusparaja Ajo Sutarjo dan ketua BPD, belum memberikan klarifikasi maupun tanggapan resmi terkait pertanggungjawaban akumulasi dana publik tersebut.

Posting Komentar untuk "Disinyalir Pengelolaan Mangkrak, Dana BUMdes Pusparaja Tembus Rp1 Miliar, Kontribusi PAdes Nihil?"


Ads :