FGD di Parindu Dorong Masyarakat Jadi Garda Terdepan Mitigasi Karhutla


Sanggau, jejakkriminal.net-

 Upaya mencegah dan menekan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Sanggau terus diperkuat melalui kolaborasi antara aparat, pemerintah daerah dan masyarakat. Salah satunya dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) Strategi Mitigasi Karhutla Berbasis Masyarakat yang digelar peserta didik Sekolah Pengembangan Profesi Polri (SPPK) Pokjar II Sespim Polri di Gedung Pertemuan Kantor Camat Parindu, Kamis (10/9/2026).


Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB tersebut diikuti tujuh peserta didik SPPK Pokjar II Sespim Polri dengan didampingi Kombes Pol Indera Gunawan, S.I.K. dan Kombes Pol Ichsan Nur, S.I.K. FGD diarahkan untuk membangun pemahaman bersama mengenai strategi pencegahan, edukasi, hingga penanganan karhutla yang melibatkan masyarakat secara aktif.


Diskusi tersebut dihadiri sekitar 55 peserta dari berbagai unsur. Di antaranya Kasat Binmas Polres Sanggau Iptu Sugianto, Kapolsek Parindu AKP Sutono, Camat Parindu Ancip Sebastianus, S.A.P., Danramil Parindu Kapten Inf. Joko Budi S., Ketua DAD Kecamatan Parindu Andreas, para kepala desa dan temenggung se-Kecamatan Parindu, serta perwakilan instansi terkait, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama dan kelompok tani.



Salah satu fokus utama pembahasan adalah dampak karhutla terhadap kesehatan masyarakat. Peserta didik SPPK Kompol dr. Afandi, S.Pkj., memaparkan bahwa kabut asap yang muncul akibat karhutla tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, khususnya penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).


Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau, sepanjang Januari hingga Juli 2026 tercatat sekitar 9.000 masyarakat mengalami ISPA. Angka tersebut menjadi perhatian bersama karena paparan asap akibat karhutla menjadi salah satu faktor yang dapat memperburuk kualitas udara dan meningkatkan risiko gangguan pernapasan, terutama bagi kelompok rentan.


Sementara Kombes Pol Indera Gunawan, S.I.K. mengatakan, penanganan karhutla tidak dapat hanya mengandalkan upaya pemadaman ketika api sudah muncul. Menurutnya, langkah pencegahan harus dibangun sejak tingkat masyarakat melalui edukasi, kepedulian lingkungan dan kemampuan mengenali potensi kebakaran sedini mungkin.



“Mitigasi karhutla harus dimulai dari kesadaran bersama. Masyarakat bukan hanya menjadi pihak yang terdampak ketika terjadi kebakaran, tetapi juga memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam mencegah munculnya titik api dan melaporkan potensi kebakaran sejak dini,” ujarnnya.


Kombes Pol Indera Gunawan menambahkan, sinergi antara kepolisian, TNI, pemerintah daerah, perangkat desa, tokoh masyarakat, kelompok tani dan seluruh elemen masyarakat menjadi kekuatan penting dalam menghadapi ancaman karhutla. Dengan keterlibatan masyarakat sejak tahap pencegahan, penanganan di lapangan diharapkan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.


FGD tersebut juga menjadi ruang bertukar pengalaman dan menyusun pemahaman bersama mengenai langkah mitigasi yang dapat diterapkan sesuai kondisi wilayah. Edukasi kepada masyarakat, pencegahan pembakaran lahan, kesiapsiagaan menghadapi titik api serta penanganan dampak kesehatan menjadi bagian penting dalam strategi yang dibahas.


Melalui kegiatan tersebut, peserta FGD diharapkan semakin memahami bahwa pencegahan karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Kolaborasi yang kuat antara aparat dan masyarakat diharapkan mampu meminimalkan kejadian kebakaran sekaligus melindungi kesehatan, keselamatan dan aktivitas warga di Kabupaten Sanggau.


(Kaperwil Alantitus)

Posting Komentar untuk " FGD di Parindu Dorong Masyarakat Jadi Garda Terdepan Mitigasi Karhutla"


Ads :