Gelombang Tinggi Para Nelayan Pilih tidak Melaut



Kondisi cuaca tersebut membuat sebagian besar nelayan memilih tidak melaut demi menghindari risiko kecelakaan di tengah kondisi laut yang cukup berbahaya.


Kabid Perikanan, DKPPP Pesbar, Alex Senandar, mengatakan, berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), tinggi gelombang di perairan Pesbar kini bisa mencapai empat meter.


"Kondisi ini perlu menjadi perhatian serius bagi para nelayan karena gelombang tinggi sangat berisiko terhadap keselamatan, khususnya bagi nelayan yang menggunakan perahu berukuran kecil," kata dia.


Dijelaskannya, tingginya gelombang juga berdampak langsung terhadap aktivitas penangkapan ikan.


Sebagian besar nelayan saat ini memilih tidak berangkat melaut karena mempertimbangkan keselamatan.


Sementara itu, sejumlah nelayan yang tetap memaksakan diri untuk melaut juga belum tentu mendapatkan hasil tangkapan.


Kondisi cuaca yang tidak bersahabat turut memengaruhi keberadaan ikan sehingga hasil tangkapan nelayan menjadi tidak menentu.


"Untuk aktivitas nelayan saat ini memang

cukup terganggu. Sebagian besar tidak berangkat melaut. Ada juga yang tetap berangkat, tetapi hasil tangkapannya tidak banyak, bahkan ada yang tidak menda-patkan ikan," jelasnya.


Menurutnya, kondisi tersebut juga berdampak terhadap ketersediaan ikan hasil tangkapan nelayan. Cuaca buruk membuat nelayan kesulitan mencari ikan di sejumlah wilayah perairan.


"Kami meminta nelayan tidak memaksakan diri melaut ketika kondisi gelombang sedang tinggi. Keselamatan harus men-jadi pertimbangan utama dibandingkan mengejar hasil tangkapan," ujarnya.


Alex mengingatkan, risiko kecelakaan laut terhadap nelayan di wilayah pesisir masih cukup tinggi.


Terlebih, perubahan kondisi cuaca di laut dapat terjadi sewaktu-waktu sehingga nelayan harus memiliki kesiapan dan kewaspadaan sebelum memutuskan berangkat.


"Kami terus mengimbau nelayan agar NUSANT& selalu waspada terhadap kondisi gelom-bang tinggi. Jangan memaksakan diri melaut apabila kondisi laut memang tidak memungkinkan," tegasnya.


Selain memperhatikan informasi cuaca, nelayan juga diminta memastikan alat keselamatan tersedia dan dibawa saat melaut.


Perlengkapan keselamatan dinilai sangat penting sebagai langkah antisipasi apabila terjadi kondisi darurat di tengah laut.


"Alat keselamatan harus selalu tersedia dan dibawa saat melaut. Kita tidak pernah tahu kapan kondisi darurat terjadi, sehingga langkah antisipasi harus dipersiapkan sejak awal," pungkasnya. 

(Hendri Dunan).

Posting Komentar untuk " Gelombang Tinggi Para Nelayan Pilih tidak Melaut"


Ads :