Kantor Desa Banjarsari Sepi Saat Jam Kerja, Pengelolaan Dana BUMDes Ratusan Juta Dipertanyakan?

 

Sumedang, jejakkriminal.net — Kantor Desa Banjarsari, Kecamatan Jatinunggal, Kabupaten Sumedang, terpantau sepi tanpa aktivitas pelayanan pada jam operasional kerja. Kondisi ini memicu sorotan warga terkait efektivitas pelayanan publik serta transparansi pengelolaan Dana Desa, khususnya penyertaan modal Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah Kamis, 16/9/2026

Berdasarkan pantauan awak media di lokasi, kantor desa tidak beroperasi pada jam kerja, tak ada perangkat maupun pelayanan bagi warga. Warga setempat yang enggan disebutkan namanya menyebut kondisi ini bukan hal baru.

"Kantor desa sering terlihat sepi, itu hal biasa."

Warga juga menyoroti minimnya keterbukaan informasi terkait alokasi Dana Desa untuk program ketahanan pangan yang dikelola BUMDes mulai dari kejelasan kepengurusan, jenis usaha, hingga besaran dana penyertaan modal. 

Data yang dihimpun menyebutkan akumulasi penyertaan modal dari Dana Desa ke BUMDes Banjarsari sejak 2019–2025 disinyalir menembus lebih dari Rp759 juta.



Kepala Desa Banjarsari, Ucu Aji Mutaqin, membantah angka penyertaan modal yang beredar. Ia menjelaskan baru menjabat sejak 2021 dan selama itu penyertaan modal hanya empat kali, total sekitar Rp150 juta, dengan nilai per tahun tidak pernah melebihi Rp50 juta, kecuali program ketahanan pangan terbaru Rp 200 juta lebih.

"Kalau BUMDes terdahulu saya tidak tahu, karena saya menjabat dari tahun 2021. Di era saya, total penyertaan modal sekitar Rp350 juta.

Ucu menyebut BUMDes mengelola unit usaha warung, alat es krim, serta tempat wisata dan pemancingan Gala Tama Lele. Ia juga mengklaim BUMDes telah berkontribusi pada PADes, antara lain membiayai hiburan wayang, pengecoran jalan, dan pembangunan rumah Rutilahu.

Terkait kantor desa yang kosong saat jam kerja, Ucu berdalih seluruh perangkat desa sedang menghadiri kegiatan foto bersama dengan pihak kementerian di wilayah Cirasi.

Ucu mengakui dirinya turun langsung mengelola unit usaha ketahanan pangan berupa 1.056 ekor ayam bertelur, dengan alasan Direktur BUMDes, Megri Nurhotid Arapah, sedang sibuk perkuliahan.

"Berhubung Direktur BUMDes sibuk kuliah, unit ketahanan pangan ayam bertelur ini saya yang mengelolanya." Terkadang istri saya juga yang mengelola warung.



Hingga berita ini diturunkan, Direktur BUMDes Banjarsari maupun Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) belum memberikan keterangan resmi terkait tata kelola usaha dan fungsi pengawasan di tingkat desa. 

Warga berharap kejelasan dan transparansi pengelolaan keuangan desa dapat segera diwujudkan demi kepentingan bersama.

Posting Komentar untuk "Kantor Desa Banjarsari Sepi Saat Jam Kerja, Pengelolaan Dana BUMDes Ratusan Juta Dipertanyakan?"


Ads :