Warga Temukan Pria Tertelungkup di Jalan Jongkar Bonti, Polisi Pastikan Tak Ada Tanda Kekerasan



Sanggau, jejakkriminal.net-

 Warga menemukan seorang pria dalam kondisi meninggal dunia di tengah Jalan Jongkar, Dusun Bahta, Desa Bahta, Kecamatan Bonti, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Rabu (16/9/2026) pagi. Polisi yang mendatangi lokasi memastikan identitas korban dan melakukan pemeriksaan bersama tenaga medis untuk mengetahui penyebab kematiannya.


Informasi mengenai penemuan jenazah tersebut diterima sekitar pukul 07.30 WIB. Mendapat laporan itu, Kapolsek Bonti Iptu Erpan Yudi Asmara bersama personel segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan dan penanganan awal.


Korban diketahui bernama Sunarto (46) karyawan PKWT PT Finantara Intiga. Pria tersebut tercatat beralamat di Wonokromo, Desa Wonokromo, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.



Jenazah ditemukan dalam posisi tertelungkup di tengah jalan dengan mengenakan kaos hitam, celana pendek hitam dan sepatu boot. Di sekitar tubuh korban ditemukan dua buah tas serta sebilah tongkat kayu yang diduga dibawa korban saat berjalan kaki.


Penemuan tersebut pertama kali diketahui oleh Ani (41) dan Saparudin (52). Keduanya berboncengan menggunakan sepeda motor dari Kampung Bahta menuju kebun sekitar pukul 05.30 WIB. Saat melintas di Jalan Jongkar, keduanya melihat seseorang tergeletak di tengah jalan dari jarak sekitar 50 meter.


Karena melihat kondisi tersebut, kedua saksi kemudian kembali ke Kampung Bahta untuk memberitahukan kejadian kepada warga. Setelah itu, warga bersama pihak kepolisian mendatangi lokasi dan mendapati korban telah meninggal dunia. Selain Ani dan Saparudin, polisi juga meminta keterangan dari Sebastianus Destian Januardi (24) dan Almuhtarom (43).


Dari pemeriksaan awal di lokasi oleh dr. Fahma, tenaga medis Puskesmas Bonti, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Pemeriksaan kembali di Puskesmas Bonti juga tidak menemukan indikasi luka akibat kekerasan, sementara penyebab kematian sementara diduga berkaitan dengan kondisi medis, dengan dugaan serangan jantung.


Kapolsek Bonti Iptu Erpan Yudi Asmara mengatakan, pihaknya tetap melakukan penanganan sesuai prosedur dengan mengumpulkan keterangan saksi, melakukan pemeriksaan terhadap kondisi korban serta berkoordinasi dengan tenaga medis. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan fakta-fakta di balik penemuan jenazah.


“Dari pemeriksaan awal bersama tenaga medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun, mengenai penyebab kematian, kami mengacu pada hasil pemeriksaan medis. Dugaan sementara mengarah pada kondisi kesehatan korban, dan seluruh informasi yang kami peroleh masih kami dokumentasikan sebagai bagian dari penanganan kejadian,” ujar Iptu Erpan.


Polisi kemudian berkoordinasi dengan sejumlah rekan korban yang sebelumnya tinggal satu camp dengan Sunarto di Camp Dusun Borang, Desa Kambong, Kecamatan Kapuas. Dari keterangan yang diperoleh, korban diketahui memiliki kondisi fisik dengan berat badan berlebih dan sehari-hari lebih banyak beraktivitas di sekitar camp. Korban juga disebut kerap mengeluhkan sesak napas ketika mengalami kelelahan.


Keterangan para rekannya menyebutkan, lima orang rekan korban telah meninggalkan Camp Borang pada Selasa (15/9/2026) sekitar pukul 19.00 WIB dengan berjalan kaki sejauh kurang lebih 15 kilometer. Mereka kemudian tiba di Kampung Tebilai, Desa Tunggul Boyok, Kecamatan Bonti, sekitar pukul 06.00 WIB pada Rabu pagi. Korban tidak ikut bersama rombongan karena kondisi fisiknya dinilai tidak memungkinkan untuk berjalan sejauh itu.

“Dari informasi yang kami himpun, korban diduga berupaya menyusul rekan-rekannya seorang diri dengan berjalan kaki. Kami masih mendasarkan kronologi pada keterangan para saksi dan hasil pemeriksaan yang ada. Yang terpenting, proses penanganan dilakukan secara hati-hati dan berdasarkan fakta di lapangan,” kata Kapolsek Bonti.


Setelah proses pemeriksaan awal selesai, jenazah korban dievakuasi dari lokasi menuju Puskesmas Bonti untuk penanganan lebih lanjut. Selanjutnya, jenazah dibawa ke RS Antonius Kota Pontianak untuk proses berikutnya sebelum direncanakan dipulangkan ke rumah duka di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.


Pihak kepolisian juga telah berkomunikasi dengan istri korban melalui sambungan telepon. Keluarga menyampaikan dapat menerima kabar duka tersebut dan memilih menunggu proses pengiriman jenazah dari Kalimantan Barat ke kampung halaman. Polsek Bonti memastikan koordinasi dengan pihak keluarga terus dilakukan hingga proses pemulangan jenazah selesai.


(Kaperwil Alantitus)

Posting Komentar untuk " Warga Temukan Pria Tertelungkup di Jalan Jongkar Bonti, Polisi Pastikan Tak Ada Tanda Kekerasan"


Ads :