Dana Revitalisasi SMK Muhammadiyah Banyuresmi Janggal? Papan Proyek 'Ngumpet', Pembangunan Lagi- Lagi Di Klaim Sebagai Tambahan biayai Yayasan




JEJAK KRIMINAL.NET,Garut- SMK Muhamadiyah Banyuresmi Garut telah mendapatkan bantuan pemerintah melalui program revitalisasi sekolah menengah kejuruan dari APBN tahun 2025. Bantuan tersebut digunakan untuk pembangunan Ruang Praktik Siswa (RPS) dalam Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ).




Namun dalam pelaksanaan ini ada sesuatu yang nampak janggal karena papan informasi proyek yang tak dipasang di lokasi pekerjaan, tapi malah ada di dalam ruangan. Menurut aturan, papan informasi harus dipasang di lokasi proyek biar masyarakat bisa tahu tentang proyek yang sedang dikerjakan.





Dalam hal ini, salah seorang pegawai yang berada di lokasi menyebut adanya pihak ketiga dalam program revitalisasi. Pekerjaan pembangunan hanya borongan, dan hanya ditunjuk mandor, bernama Pak Asep.



" Saya cuman disuruh mandor pak kalo yang di borongkan itu cuman bajaringan, bangunan nya harian, nah kalo saya itu cuman di tunjuk mandor pak, namanya pak Asep", tandas nya.



Selain itu, Pekerja bangunan revit nampak tidak memakai APD (Alat Pelindungi Diri) seperti helm, sepatu safety, dan lain-lain, padahal sudah diinstruksikan pemerintah. Ini jelas melanggar aturan keselamatan kerja.


Secara terpisah, Kepala Sekolah SMK Muhamadiyah Banyuresmi, Asep Dadang S.S, membenarkan adanya bantuan tersebut dan mengakui bahwa pengerjaan hanya 6 minggu, dimulai dari 11 November 2025 ketika di konfirmasi di ruang guru.

 


 " Kepala pelaksana proyek itu Ibu Siti Saodah, dan total anggaran sebesar Rp707.402.000, ya digunakan untuk pembangunan 1 RPS beserta isinya (mebeler), papan nama sekolah, dan tangga" kata Asep, selasa (30-12-2025).

 


 Dugaan kejanggalan dana pembangunan revit memang cukup mencurigakan, Pihak sekolah bilang sisa pembangunan dibiayai yayasan, meski pelaksanaan pekerjaan di waktu yang sama, dan ini menjadi pertanyaan besar tentang transparansi anggaran yang nilai nya cukup tinggi.




Dugaan seperti ini bukan pertama di Garut. Ada proyek lain yang juga disorot, seperti pembangunan di salah satu SMKS Garut, yang diduga melampoi batas waktu pekerjaan namun di klaim dana yayasan, padahal pegawai mengakui pekerjaan masih dalam tahap revitalisasi.




Kepala sekolah, Asep Dadang S.S, menjelaskan bahwa pembangunan lain yang sedang berjalan tidak terkait dengan program revitalisasi ini, melainkan menggunakan dana yayasan atau sekolah.


" Kalo yang ini ini bukan revit, bukan maksud berbarengan karna kan ini tanggung sepotong ni, ya lanjutin aja kita nyari duit lagi, itu pake dana yayasan lah itu gak ada hubungan nya dengan revit pa," lanjut Kepsek.


Hingga berita ini ditayang kan, Belum ada konfirmasi dari pihak Yayasan dan juga Dinas terkait dugaan kejanggalan dana pembangunan revitalisasi SMK MUHAMADDIYAH Banyuresmi Garut.




(ANDI SURYADI)

 

Posting Komentar untuk "Dana Revitalisasi SMK Muhammadiyah Banyuresmi Janggal? Papan Proyek 'Ngumpet', Pembangunan Lagi- Lagi Di Klaim Sebagai Tambahan biayai Yayasan"

Ads :