Majalengka,jejakkriminal.net
Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Majalengka sejak Jumat (23/1/2026) telah memicu serangkaian bencana alam. Hujan deras yang turun tanpa henti menyebabkan kondisi tanah labil, meluapnya aliran sungai, hingga tumbangnya sejumlah pepohonan.
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Majalengka, hingga Sabtu pagi (24/1/2026), tercatat sedikitnya 13 kejadian bencana yang tersebar di tujuh kecamatan. Jenis bencana yang mendominasi meliputi tanah longsor, banjir, dan pohon tumbang akibat angin kencang.
Kasi Kedaruratan BPBD Majalengka, Reza Permana, mengonfirmasi bahwa tingginya curah hujan menjadi penyebab utama rentetan insiden ini.
Koordinasi: BPBD telah bersinergi dengan TNI, Polri, Satpol PP/Damkar, serta pemerintah desa dan kecamatan.
Tindakan: Tim reaksi cepat telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan kaji cepat (asesmen) dan penanganan darurat demi memastikan keselamatan warga.
Status Korban: Hingga saat ini, dilaporkan tidak ada korban jiwa dalam seluruh kejadian tersebut.
Meski situasi terkendali, ancaman bencana susulan masih mengintai. BPBD melaporkan bahwa debit air Sungai Cimanuk kini berada pada level waspada. Masyarakat, terutama yang tinggal di daerah perbukitan rawan longsor dan bantaran sungai, diminta untuk tetap siaga.
Untuk mempercepat penanganan di lapangan, BPBD Majalengka menyediakan layanan pengaduan bagi warga yang terdampak atau melihat potensi bencana.
WhatsApp Call Center BPBD:
📞 0823 4040 0300
Pihak otoritas menekankan bahwa kesiapsiagaan mandiri dari masyarakat adalah kunci utama dalam meminimalisir dampak cuaca ekstrem yang diprediksi masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.
(Kabiro)



.png)
Posting Komentar untuk "BPBD Kabupaten Majalengka Tangani 13 Titik Bencana Akibat Cuaca Ekstrem"