Inovasi Peternak Bebek Petelur, Produksi Telur Terus Meningkat



Serang, jejakkriminal.net-

 Seorang peternak bebek petelur, Jahidi, berhasil mengembangkan inovasi peternakan bebek unggulan yang mampu menghasilkan ratusan butir telur setiap hari. Bebek yang diternakkan merupakan jenis bebek unggulan berusia sekitar tujuh bulan dan mulai masuk kandang pada 8 Desember 2025 lalu.

Menurut penuturan Jahidi, bebek tersebut dibeli dari pembibit di daerah Karawang, Jawa Barat. Ia sengaja memilih bebek unggulan meski harus menunggu hingga usia tujuh bulan baru masuk kandang. Padahal, secara umum bebek sudah bisa mulai bertelur pada usia lima bulan. Namun, bebek yang dipeliharanya mengalami proses rontok bulu terlebih dahulu akibat pergantian pakan.
“Setelah ganti pakan selama tiga sampai empat hari, bulu sayap bebek mulai rontok dan prosesnya berlangsung hampir 40 hari. Setelah itu, bebek baru mulai bertelur,” jelasnya.

Untuk mempercepat pertumbuhan bulu sekaligus merangsang produksi telur, Jahidi memberikan vitamin dan obat berupa TURBO. Selain itu, ia juga menggunakan obat ANTI SNOT & CRD untuk mengatasi penyakit kembung yang sempat menyerang bebek, ditandai dengan pembengkakan di bagian mata, sehingga diperlukan penanganan antibiotik.

Saat ini, produksi telur bebek di kandang tersebut telah mencapai sekitar 350 butir setiap pagi, meskipun jumlahnya masih dipengaruhi oleh kondisi cuaca. Jahidi optimistis produksi telur akan terus meningkat ke depannya.

“Hasil telur bebek ini kami jual ke daerah Rangkasbitung dan Cikande. Permintaan di wilayah Serang sendiri juga masih cukup tinggi. Per butir telur kami jual seharga Rp2.200 kepada penampung,” ujar Jahidi.
Untuk pakan, Jahidi menggunakan pakan racikan rumahan serta pakan jadi berupa konsentrat. Pakan jadi dibeli dari wilayah Cikuesal, sementara konsentrat diperoleh dari toko pakan ternak. Selain itu, bebek juga mendapatkan tambahan vaksin HI dan ND guna menjaga kesehatan ternak.

Harga bebek unggulan tersebut mencapai Rp100.000 per ekor. Dari total 500 ekor yang dipelihara, Jahidi mengaku tetap memilih bibit unggulan meski harganya relatif mahal demi menjaga mutu, kualitas, dan hasil produksi telur yang optimal.

Ia berharap ke depan semakin banyak masyarakat yang mengikuti jejaknya dalam mengembangkan usaha peternakan bebek petelur. “Semoga usaha seperti ini bisa membawa keberkahan dan membantu meningkatkan perekonomian peternak serta masyarakat sekitar. Inilah kearifan lokal yang patut dikembangkan,” pungkasnya.

(Dosi Sahara)

Posting Komentar untuk "Inovasi Peternak Bebek Petelur, Produksi Telur Terus Meningkat"

Ads :