Bungo, Jambi | Jejakkriminal.Net-
Aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) jenis tambang lobang jarum di Transmigrasi Sp 3, Desa Lubuk Mengkuang, Kecamatan Limbur, Kabupaten Bungo, Jambi. kembali menjadi sorotan tajam masyarakat. Warga menilai PETI yang diduga milik Samsul Cs semakin merajalela dan terkesan kebal hukum, sehingga menimbulkan keresahan serta kerusakan lingkungan di sepanjang Sp 3, Bungo 31/1/2026).
Menurut keterangan warga, aktivitas lobang jarum berlangsung hampir tanpa hambatan. Mesin dan aktivitas itu beroperasi dari pagi hingga menjelang malam, bahkan kerap tidak mengindahkan waktu ibadah. Dampaknya, sungai yang selama ini menjadi sumber air bersih masyarakat kini berubah keruh dan sulit digunakan untuk mandi maupun kebutuhan sehari-hari, akibat limbah dari Gelondongan alat pengelola bahan dari material tambang lobang jarum.
“Air sungai sekarang susah dipakai. Kami kesulitan air bersih. Sungai seperti diguncang terus oleh aktivitas lobang jarum,” ungkap salah seorang warga.
Warga juga menyebut keruntuhan tebing sungai akibat aktivitas PETI sudah terjadi berulang kali dan menimbulkan ketakutan bagi masyarakat yang bermukim di sekitar Transmigrasi Sp 3, Kondisi ini dinilai sangat membahayakan keselamatan warga serta memperparah kerusakan lingkungan.
Sejumlah warga secara terbuka mengutuk keras aktivitas PETI yang diduga dilakukan oleh Samsul Cs tersebut. Mereka menilai praktik itu sebagai bentuk perusakan sungai tebing dan bukit serta lingkungan yang mengabaikan keselamatan serta kenyamanan masyarakat.
“Kami mengutuk keras PETI ini. Jangan rusak sungai kami demi kepentingan pribadi. Tebing sudah sering runtuh, kami jadi takut,” tegas warga lainnya.
Masyarakat juga menyoroti lemahnya peran pemerintah desa setempat maupun Bupati Bungo dalam menghentikan aktivitas PETI tersebut. Berdasarkan informasi warga, aktivitas PETI sempat berhenti sekitar tiga hari saat adanya perampokan material dari tambang lobang jarum yang dilansir ketempat pengelolahan Gelondongan yang berjarak kurang lebih lima kilo meter dari lokasi lobang jarum tersebut, semenjak kejadian perampokan itu cukong PETI melibatkan kerjasam dengan Oknum TNI bersenjata lengkap untuk pembekingi aktivitas PETI itu.
“Waktu ada Perampokan itu PETI sempat berhenti. Setelah itu, beroperasi lagi seperti biasa. Seolah-olah tidak ada yang bisa menghentikan. karena ada kerja sama dengan beberapa Oknum TNI bersenjata lengkap, Oknum itu ada tiga orang pertama SAMSUL sekaligus pemilik tambang juga, kedua WEN terus RAPLES selaku Babinsa sini ujar warga.
Warga berharap aparat penegak hukum segera turun tangan secara tegas untuk menghentikan aktivitas PETI yang diduga milik Samsul Cs tersebut. Mereka meminta penindakan dilakukan secara menyeluruh demi menyelamatkan Sungai Bukit atau Tebing yang menjadi sumber kehidupan masyarakat Transmigrasi Sp 3.
“Kami hanya ingin sungai kami kembali bersih dan aman. Jangan tunggu sampai ada korban tolong kami pak Bupati Bungo. pak Kapolres Bungo, juga Bapak Kapolda jambi dan pak Kodim Bute, hentikan PETI itu,” tutup warga.
Terpisah 'Rudi' selaku pengurus dilokasi aktivitas PETI. saat dikonfirmasi rekan media ini, Rudi juga membenarkan bahwasanya betul adanya PETI milik Samsul Cs, Rudi terkesan menantang tidak takut akan Hukum " Gas aja jika mampu tangkap aja sekalian,, sebut Rudi dalam pesa singkatnya.
Hingga berita ini diterbitkan, aktivitas PETI di Transmigrasi Sp 3 dilaporkan kembali berlangsung dan masih menjadi keluhan utama masyarakat setempat.



.png)
Posting Komentar untuk "PETI Milik Samsul Cs Kembali Merajalela di Transmigrasi Sp 3, Warga Soroti Lemahnya Pemdes dan Penegakan Hukum"