Sulawesi Utara, jejakkriminal.net-
Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara menjadi sorotan setelah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) KIBAR melayangkan kritik dan tuntutan penyelidikan atas pelaksanaan sebuah paket pekerjaan jalan.
Berdasarkan papan informasi proyek, paket pekerjaan dengan nilai kontrak Rp12,76 miliar tersebut dikerjakan oleh CV. Pintol Alfa Jaya, diawasi oleh konsultan KSO PT. Laras Sembada - PT. Fendel Structure Engineering, dan ditargetkan selesai dalam 38 hari kalender. Sumber dana berasal dari APBN Tahun Anggaran 2025.
Alfrets Ingkiriwang, Ketua Investigasi DPP LSM KIBAR, menuding ada praktik kecurangan dalam proyek ini. Ia menyebut sejumlah item pekerjaan penting, yaitu pembuatan bahu jalan FC 15 (setara rabat beton) dan perbaikan drainase, sengaja dihilangkan dari pelaksanaan.
"Item-item ini fungsinya vital. Bahu jalan berfungsi sebagai penyangga struktural dan penguat pinggir jalan. Drainase untuk membuang air dan menjaga struktur jalan. Jika tidak dikerjakan, umur jalan pasti berkurang," tegas Ingkiriwang, Kamis (5/2).
Menurutnya, alasan denda berjalan (liquidated damages) yang dikemukakan pihak pelaksana sehingga item tersebut tidak dikerjakan adalah alasan yang tidak mendasar. Ia menduga kuat adanya "main mata" antara Satuan Kerja (Satker) PJN 2 yang dipegang Rhismono, ST., MT., Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Eko Hartono, kontraktor, dan konsultan pengawas.
"Kami menantang pihak Aparat Penegak Hukum (APH), Kapolda Sulut, dan Kajati Sulut segera memeriksa proyek ini demi menyelamatkan uang negara," tantangnya.
Ingkiriwang juga menyoroti kinerja pengawasan. Ia meragukan efektivitas kontrol yang dilakukan Kepala Balai BPJN Sulut, Handiyana, S.T., M.T., M.Sc., yang dinilainya hanya bekerja berdasarkan "laporan asal bos senang". Ia mendesak Handiyana untuk mengevaluasi kinerja Rhismono dan PPK Eko Hartono.
"Bila perlu ganti dan copot saja jabatannya. Biar ada efek jera," ucapnya.
LSM KIBAR berjanji akan melaporkan temuan ini sebagai aduan publik ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Direktorat Jenderal Bina Marga.
Komentar senada datang dari masyarakat sekitar proyek. Seorang petani yang enggan disebut namanya menyayangkan kondisi tersebut. "Biasa seperti itu pekerjaan PU, sengaja dibuat begitu, biar cepat rusak dan ada lagi proyek baru dikerjakan. Kalau sudah bagus semua, mereka tidak ada paket lagi untuk dikerjakan," ujarnya. Ia berharap masukan masyarakat sebagai penerima manfaat didengar.
Hingga berita ini diturunkan, masih dinantikan tanggapan resmi dari Kepala Balai BPJN Sulut, Handiyana, maupun pihak-pihak yang disebutkan terkait tudingan dari LSM KIBAR.
Vincent - Tim


.png)
Posting Komentar untuk "LSM Kibar Tuntut Penyelidikan Proyek Jalan Nasional di Sulut "