Oleh Solin Padlian, S.Pd
KERINCI, Jejek Kriminal- Rotasi pejabat usai Pesta Demokrasi Pemilihan Kepala Daerah yakni Walikota Sungai Penuh dan Bupati Kerinci.
Lumrah, ini faktor konsekwensi loby Politik Praktis, janji, komitmen. Artinya kepercayaan dan amanah yang perlu dipertanggung jawabkan serta siap menghadapi beban, tantangan kedudukan atau tupoksi.
Situasi saat ini, Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci dinilai tenang dalam kondisi tersebut. Meskipun berada pada lingkaran taktis termasuk hantaman informasi atau isu, kepentingan dan tuntutan kritis diluar pelantikan pejabat.
Cermati, kedudukan Perangkat Daerah istilah tindakan yang berada di ruang lingkup waktu untuk mengejar ujung rampung, berpikir, bergerak, menciptakan kreasi dan inovasi untuk negeri dan telah disumpah untuk menjaga amanah serta bertakwa pada tuhan maha esa/Allah.
Keadaan, tahun Politik bagian edukasi membangun diri, umat dan negeri. Tahapan Kontestasi itu, Pilkada Pesta Demokrasi menjadi saksi bisu. Perjuangan sengit berpikir masal, sosialisasi demi meraih harapan agar perjuangan kandidat sampai dititik akhir yakni menang. Jika objek ini tidak ada, maka rotasi Pejabat tidak terlaksana.
Setelah itu, Sang Pemenang belum tenang, beban berat demi pembangunan agar cita cita dan harapan terwujud untuk negeri. Opini ini ditulis setelah mendengar dan melihat situasi. Tujuannya, bukan basa basi sebagai alasan. Faktanya, begitu dahsyat energi yang dikeluarkan dalam menata keadaan Daerah.
Rombak Kepala SKPD istilah umum, dilantik dan berganti tidaklah mudah, semuanya berpedoman pada kebijakan pertimbangan dengan mengacu Undang undang pasal tertentu menyangkut dengan aturan jabatan Aparatur Sipil Negara (ASN). Inilah ikatan amanah, pertanggung jawaban mutlak di dunia dan akhirat. Tulis Solin Sertifikasi Dewan Pers Wartawan Muda.
Dalam paragraf ini, Penulis kritis menyajikan bahwa, Perangkat Daerah dikendalikan oleh Walikota, Bupati beserta Wakilnya yang juga telah disumpah untuk mengembangkan amanat. nama baik negeri dari capaian hasil kerja keras baik itu prestasi atau lainnya, kedudukan yang dilantik oleh orang nomor satu di Daerah tersebut.
Berjalannya roda Pemerintahan dipastikan tidak ada yang menginginkan kendala. Garis koordinasi bagaikan ikatan atau bingkai dinamika kesatuan dan persatuan demi masyarakat luas. Inilah sebab bahwa tidak penting perpecahan, kekompakan bagaikan permata yang bernilai tinggi. Semuanya demi pembangunan tanpa kendala, terhambat atau sabotase.
Kontestasi Politik bagaikan kenangan, perjuangan selalu berbekas dalam ingatan suka, duka, luka yang berarti kesatria negeri yang diandalkan demi kesejahteraan masyarakat. Sinergi erat negara kuat dan makmur adalah harapan rakyat.
(Andol jmb)



.png)
Posting Komentar untuk "Opini Merdeka: Rotasi Pejabat Usai Pilkada "